BORNEONEWS, Palangka Raya - Peristiwa berdarah menimpa anggota Polres Palangka Raya Bripka Hanjung. Anggota Provos ini dibacok seorang pria yang diketahui beridentitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Kabupaten Gunung Mas Herry Yulius, alias Herry, 35, warga Jalan Singarunjan atau belakang kantor dinas tersebut.
Sabetan parang itu mengenai bagian pelipis korban. Insiden itu terjadi di Jalan Menteng XVIII, Senin (9/5/2016) sekitar pukul 18.30 WIB. Herry sempat kabur pasca melakukan penganiayaan itu hingga akhirnya tertangkap di tempat parkiran Rumah Sakit Muhammadiyah pada pukul 22.00 WIB.
Tak berselang lama, Herry dan Tambun mendatangi Hanjung saat sedang duduk santai. Tiba-tiba, Herry langsung saja menarik baju korban dan melakukan pemukulan. Parang yang ia bawa juga langsung disabetkan ke arah korban. Akibatnya, korban terkena sabetan di bagian pelipis sebelah kiri. Selain itu bagian tangan sebelah kiri juga lebam.
Keluarga korban yang melihat kejadian itu sempat kaget. Mereka lalu melerai. Namun Herry dan Tambun langsung bergegas meninggalkan lokasi.
Meski demikian, identitas pelaku sudah dikantongi termasuk tempat mana-mana saja yang acap ia jadikan tempat tongkrongan. Aparat kepolisian yang menerima informasi itu melakukan pencarian. Juga menyambangi tempat tinggal Herry di Palangka Raya. Namun hasilnya nihil.
Pada pukul 22.00 WIB, Herry akhirnya diringkus ketika sedang nongkrong bersama Tambun di tempat parkiran RS Muhammadiyah, Jalan RT A Milono.
Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Erwin T H Situmorang mewakili Kapolres AKBP Jukiman Situmorang mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan di Polres. Dia masih menjalani pemeriksaan terkait sebab akibat Herry melakukan pembacokan itu.
Pembacokan tersebut awalnya diduga dilakukan oleh dua orang, satu orang lainnya bernama Tambun. Namun Tambun membantah setelah tertangkap. Hal ini juga dikuatkan dari pengakuan korban bahwa hanya satu orang yang melakukan penganiayaan.
"Jadi dia (Tambun) kita jadikan sebagai saksi," terang Erwin, Selasa (10/5/2016).
Dia menuturkan, peristiwa bermula ketika Hanjung yang mengenakan pakaian biasa sedang berada di tempat keluarga. Sementara tidak jauh dari tempat keluarganya itu, Herry bersama Tambun menenggak minuman beralkohol.
Belum diketahui apa motif pembacokan tersebut. "Saya tanya ke pelakunya, tapi tidak tahu apa masalahnya. Yang jelas dia dalam kondisi mabok termasuk rekannya. Parang juga sudah ia bawa," ungkap Erwin.
Sementara itu, Herry mengaku sebagai ASN Dinas Perhubungan di Kabupaten Gunung Mas. Dia sudah sekitar empat hari berada di Palangka Raya untuk liburan. Namun pada hari masuk kerja, dia membolos. (BUDI YULIANTO/m)



