BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan pembuatan 2.000 sumur bor sebagai upaya konkret dalam menghadapi dan mengantisipasi terjadinya bencana kabut asap yang hampir setiap tahun selalu terjadi di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" ini.
Peluncuran ini juga dirangkai dengan kegiatan Hari Jadi Provinsi Kalteng ke-59 tahun oleh Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo, di Jalan G Obos Ujung, Palangka Raya, Selasa (10/5/2016).
Namun dari 2.000 buah sumur bor yang ditargetkan selesai akhir April 2016 hanya 51 unit yang sudah selesai dibangun hingga pekan kedua Mei ini, itupun hanya di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau.
Keberadaan sumur bor, ini menurut Hadi, hanya sebagai sarana mendukung upaya pemerintah dalam mencegah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Untuk menjamin tahun ini tak akan terjadi kabut asap lagi, pihaknya tidak dapat memastikan karena semuanya akan tergantung upaya seluruh elemen pemerintah tak terkecuali masyarakat.
"Inikan upaya, bagaimana kita mendekatkan area yang rawan kebakaran ini dengan sumber air. Kalau dulu begitu terjadi kebakaran agak sulit mencari air, sekarang dengan keberadaan sumur bor ini kita sedikit dimudahkan, khususnya dalam mendapatkan air," ungkap Hadi.
Sementara itu Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Syahril Tarigan mengatakan, untuk pembangunan satu unit sumur bor setidaknya menelan biaya Rp15 juta-Rp20 juta. Biaya sebesar itu, katanya, sudah termasuk pengadaan mesin, selang, pipa, dan sebagainya.
"Tapi tetap saja tergantung kondisi di lapangan. Sebagai contoh untuk menggali biayanya Rp500 ribu per meter. Misalkan tidak dalam, maka biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak. Namun berlaku juga sebaliknya," jelasnya.
Meski sudah selesai dibangun, masih perlu uji paping. Tujuannya, kata Syahril, untuk melihat tingkat kedalaman pipa, apakah masih mampu menghasilkan air dalam waktu lama.
"Nanti kita coba hidupkan mesinnya berjam-jam. Di situ akan kita pantau terus apakah airnya dengan tingkat kedalaman demikian masih mampu mendapat air," katanya.
Semur bor yang selesai dibangun ini memiliki spesifikasi rata-rata berdiameter empat inci dengan ketebalan pipa empat milimeter dengan kemampuan menghasilkan debit air sebanyak 1.5 liter per detik.
Sedangkan jarak antara sumur bor satu ke sumur bor yang lainnya minimal 200-300 meter. Selanjutnya untuk tingkat kedalaman tidak menentu. Tiap lokasi sumur bor mempunyai tingkat kedalaman berbeda. Seperti halnya yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya, mempunyai kedalaman 20-30 meter. (TESTI PRISCILLA/m)





