BORNEONEWS, Sampit - Sungguh mengenaskan apa yang dialami kakek bernama Tajudin Noor (62) warga Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur. Nyawanya melayang setelah motor Honda Supra KH 3675 FE diserunduk truk tangki AG 9068 UH, yang hingga saat ini belum diketahui nama pengemudinya, Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 17.00 WIB.
Tabrakan maut itu terjadi di Jl Tjilik Riwut Km 3,5, Kecamatan Baamang, Kotim. Korban tewas setelah dilindas truk hingga terseret hampir lima meter dari tempat kejadian. Dia mengalami luka parah di wajah dan kakinya patah.
"Wajah korban tidak ada rupanya lagi, karena terlindas aspal setelah terseret hingga lima meter," ujar Marni, warga yang melihat kejadian tersebut, Selasa (10/5/2016).
Marni menerangkan, kecelakaan itu bermula pada saat korban melaju dari arah Palangka Raya menuju Sampit, sesampainya di tempat kejadian. Melaju truk tangki yang juga dari arah sama dengan kecepatan sangat tinggi.
Entah kenapa, truk tersebut langsung menyerunduk motor korban. Hingga menyeret korban sampai lima meter. Korban yang terseretpun tidak bisa diselamatkan dan langsung tewas di tempat kejadian.
Warga yang melihat kecelakaan tersebut langsung berhamburan. Bahkan sebagian ibu-ibu tak kuasa melihantnya, hingga histeris.
Para wargapun tak bisa berbuat banyak dan hanya menutupi korban dengan daun pisang. Sambil menunggu pihak kepolisian untuk mengevakuasi.
Sekitar 10 menit usai kejadian, polisi langsung datang ke TKP, dan membawa korban ke kamar jenazah untuk di visum. Sedangkan hingga pukul 18.00 WIB, keluarga korban juga belum ada yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit.
"Belum ada keluarga korban yang datang hingga pukul 18.00 WIB ini. Namun dari Kartu Identitas Penduduk (KTP), korban itu warga Desa Terantang," ungkap petugas kamar mayat Yopi. (HAMM/m)








