BORNEONEWS, Sampit - BISNIS sarang burung walet kembali bergairah. Lihat saja. Harga sarang walet di tingkat penampung kini menembus harga Rp10 juta per kilogram. Terjadi kenaikan sekitar Rp3 juta, dari harga sebelumnya yang 'hanya' sekitar Rp7 juta.
Tingkat harga saat ini disambut hangat para pelaku bisnis air liur burung tersebut. Saleh, 40, seorang pelaku pengepul sarang walet di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengaku menikmati membaiknya harga sarang walet tersebut.
“Saya bahkan mulai bergerilya kesana kemari mencari pemilik sarang walet untuk saya tampung,” katanya kepada Palangka Post, di Sampit, Rabu (11/5/2016).
Untuk melancarkan usahanya, Saleh menghubungi banyak orang untuk membantunya mengumpulkan sarang walet dari para peternak. “Kalau dapat, saya mengupah pengumpul Rp100 ribu per kilonya, asal diserahkan kepada saya.”
Sayangnya, dari segi produksi, sarang walet tidaklah seproduktif beberapa tahun sebelumnya karena kondisi lingkungan. Saat ini, kata Saleh, kawasan Samuda dan sekitarnya masih menjadi primadona pengembangan bangunan sarang walet. Namun sudah mulai bergeser ke arah utara Kotim karena ada kecenderungan burung berpindah kawasan karena mulai menyusutnya makanan mereka.
Burung walet memakan serangga. Akibat kebakaran lahan beberapa waktu lalu menyebabkan berkurangnya serangga yang menjadi makanan walet. “Sementara di daerah utara kotim serangga umumnya masih banyak,” katanya. (Naf/PP/Naz).
1 0 0 Burung,Walet,Sampit,Kotawaringin Timur,Ekspor Kalimantan Tengah 0 0 6 BUDI BASKORO 11/05/2016 14:50:00








