BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dalam menerapkan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis digital.
Menurutnya, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang rawan karhutla.
"Ini adalah salah satu inovasi yang sangat baik dan patut ditiru oleh daerah-daerah lain. Saya sangat mengapresiasi Pemko Palangka Raya yang telah bergerak cepat dan proaktif dalam mengatasi karhutla," katanya, Senin, 29 Januari 2024.
PERISAI adalah sebuah sistem informasi yang menyajikan peta kerawanan karhutla lengkap dengan batas-batas wilayah per kelurahan.
Peta ini sangat bermanfaat untuk memantau dan mencegah karhutla. Dengan adanya peta ini dapat mengetahui lokasi-lokasi yang berpotensi terbakar.
--page
Hal ini akan mempermudah untuk melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti melakukan patroli, pemadaman dan pembinaan masyarakat.
Sementara itu, Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, menjelaskan bahwa PERISAI dibuat berdasarkan data historis kejadian karhutla, kondisi vegetasi, ketersediaan air, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi potensi terjadinya karhutla.
"Kami berharap dengan adanya PERISAI ini, kami dapat mengurangi dampak negatif dari karhutla, baik bagi lingkungan, kesehatan, maupun perekonomian," tutur Hera.
Hera menambahkan bahwa PERISAI ini dapat diakses oleh masyarakat melalui website resmi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. (HENDRI/H)









