PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Penghimpunan Dana pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Sunari mengungkapkan BPDPKS telah menyalurkan dana sebesar Rp9,10 triliun untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR.

"Dana sebesar Rp9,10 triliun untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR itu adalah akumulasi sejak tahun 2016 hingga Januari 2024 ini," kata Sunari dalam rilisnya pada Senin, 29 Januari 2024.

Hal ini juga disampaikan Sunari saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan kegiatan kunjungan sekaligus menyerap keluhan pekebun sawit di Deli Serdang, Sumatera Utara baru-baru ini.

"Secara total, tercatat 142.076 pekebun sudah mendapat dana PSR dari BPDPKS melalui 1.818 proposal," tutur Sunari lagi.

Untuk tahun 2023, lanjutnya, dana PSR yang disalurkan BPDPKS adalah sebesar Rp1,59 triliun.

--page

"Dana itu diberikan kepada 21.910 orang pekebun dan menjangkau total luas lahan sebesar 53.012 hektare," bebernya.

Sebagai informasi, PSR adalah salah satu program penyaluran dana yang dikelola BPDPKS, yang berasal dari pungutan atas ekspor CPO dan produk turunannya.

"Dana BPDPKS yang diberikan adalah sebesar Rp30 juta per ha yang ditujukan untuk membantu petani sawit rakyat melakukan peremajaan atau replanting atas tanaman sawit yang sudah tua atau tak produktif lagi," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)