PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ternyata selain membawa kabur mobil milik pengelola bengkel Garasi Bintang yang berlokasi di Jalan Malijo, Kelurahan Madurejo, IH alias MR juga melakukan aksi penipuan berkedok sumbangan terhadap pengurus Masjid Al Ikhlas, Jalan Edy Swargono, RT 05 RW 02 Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Kepada www.borneonews.co.id, Selasa, 30 Januari 2024, pengurus  masjid Al Ikhlas Mudatsir yang menjadi korban penipuan oleh pelaku didampingi Ketua Ta'mir Masjid Jamaludin, menuturkan bagaimana ia bisa menjadi korban penipuan tersebut.

"Saya mengenal pelaku, beberapa waktu lalu lantaran ia sering pangkas rambut di kios saya yang berlokasi  di Jalan Malijo.  Karena sudah saling kenal, pelaku juga sempat meminta nomor hp saya," jelas Mudatsir.

Menurut Mudatsir, kebetulan saat ini pihaknya sedang melakukan pembangunan menara masjid dan ia membuat postingan di status WhatsApp terkait pembangunan infrastruktur masjid itu.

"Kemudian pelaku menanyakan pada saya, apakah ada nomor rekening bila ada orang yang berminat menyalurkan bantuan untuk pembangunan menara masjid. Saya kemudian mengirimkan nomor rekening Masjid Al Ikhlas pada pelaku saat itu," jelas Mudatsir.

--page

Beberapa hari kemudian, menurut Mudatsir, pelaku mengatakan ada donatur yang telah mentransfer bantuan untuk pembangunan menara  masjid.

"Pelaku saat itu juga mengirimkan bukti transfer dari seseorang yang dikenal sebagai politisi di Kalteng dan kebetulan sedang maju lagi sebagai caleg dalam pemilu kali ini. Melihat nama tersebut, tentunya saya merasa yakin. Dari bukti transfer yang dikirimkan pelaku tertulis nominal bantuan yang dikirimkan sebesar Rp 22.000.000," jelas Mudatsir.

Kemudian, menurut Mudatsir, pelaku IH alias MR mengatakan bahwa ia minta pembagian dari dana yang di transfer si politisi sebesar Rp 7.000.000 untuk yayasan tertentu.

"Karena saya saat itu merasa senang ada kabar bantuan, saat itu juga saya kirimkan uang senilai Rp 7.000.000 sesuai permintaan pelaku," jelas Mudatsir.

Beberapa hari kemudian, menurut Mudatsir, pelaku mengatakan lagi bahwa ada bantuan dari seorang ketua umum dari sebuah partai ditingkat pusat sebesar Rp 25.000.000.

"Setelah itu pelaku kemudian mengirimkan bukti transfer pada saya yang mengatasnamakan ketua umum partai tersebut. Kemudian pelaku meminta bagian Rp 9.000.000 yang menurutnya untuk yayasan. Tidak lama kemudian saya kirimkan uang sesuai permintaan pelaku ke ke rekening milik pelaku," jelas Mudatsir.

--page

Mudatsir menceritakan, beberapa hari kemudian, kembali pelaku menginformasikan bahwa ada bantuan sebesar Rp 28.000.000 dan pelaku minta bagian untuk yayasan sebesar Rp 12.000.000 dan kemudian di transfer oleh korban ke rekening pelaku.

"Namun saat keempat kalinya pelaku mengatakan ada bantuan Rp 31.000.000 saya agak curiga. Bersama Ketua Ta'mir masjid saya mendatangi pelaku yang diketahui tinggal di Bengkel Garasi Bintang. Kami saat itu menanyakan pada pelaku, bahwa kapan uang bantuan tersebut bisa disampaikan pada kami selaku pengurus masjid agar bisa kami pertanggungjawaban. Terlebih uang bagian yang diminta pelaku saat itu juga telah kami transfer," jelas Mudatsir.

Menurut Mudatsir, saat itu pelaku mengatakan nanti biar dibuktikan sendiri saja ke Bank bersama. Bahkan saat saya minta KTP miliknya, pelaku juga menyerahkan kartu identitasnya tersebut.

"Namun keesokan harinya kami mendengar kabar bahwa pelaku telah melarikan diri dari tempat tinggalnya di bengkel dan bahkan pelaku juga diketahui membawa kabur mobil milik pengelola bengkel. Kami juga mengecek dengan cara mendatangi langsung beberapa kantor cabang bank yang ada rekening pelaku. Ternyata saat dicek oleh pihak bank, uang di rekening pelaku dalam keadaan  kosong," jelas Mudatsir.

Mudatsir mengatakan upaya menghubungi pelaku melalui hp juga tidak membuahkan hasil.

--page

"Untuk itulah tanggal 24 Januari 2024 saya segera melaporkan hal ini pada pihak kepolisian. Harapan kami aparat kepolisian bisa segera menangkap pelaku, mencegah aksi serupa dilakukan pelaku di tempat lain," jelas Mudatsir. (WAHYU KRIDA/H)