BORNEONEWS, Sampit - Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur mengaku kecewa dengan informasi batalnya pengerjaan proyek pengerukan alur Mentaya. Sebab, pendangkalan di beberapa titik alur Sungai Mentaya itu menghambat lalu lintas kapal penumpang dan barang.
“Kami menyesalkan kalau pengerukan alur Mentaya itu batal. Seharusnya, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI harus betul-betul mengkaji dampak dari pendangkalan alur,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kotim Jainudin Karim, saat dihubungi, Kamis (12/5/2016).
Saat ini kedalaman alur Mentaya di titik-titik terparah hanya berkisar 2,5 meter LWS (low water spring) atau posisi surut terendah. Kondisi ini juga membuat hanya kapal kecil yang bisa masuk hingga ke pelabuhan. Sedangkan kapal berkapasitas besar tidak bisa langsung masuk tetapi harus menunggu air pasang.
Jainudin mengatakan, pendangkalan alur Mentaya juga berdampak besar terhadap laju ekonomi di Kotim. Sehingga, pemerintah pusat seharusnya melihat persoalan ini secara utuh. Bukan hanya demi penghematan anggaran, tetapi perekonomian daerah mengalami pelambatan.
“Seharusnya pemerintah tanggap dan mempercepat pengerukan alur agar aktivitas keluar masuk pelabuhan berjalan lancar, bukan malah membatalkan,” cetus dia.
Poltisi Partai Gerindra itu menyatakan, dalam waktu dekat komisinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, maupun PT Pelindo III Cabang Sampit.
“Kami juga akan mempertanyakan masalah tersebut ke Dirjen Perhubungan Laut. Sebab, kedepan kita akan memasuki bulan Ramadan, dimana distribusi barang harus lancar. Begitu juga dalam menghadapi arus mudik, lalu lintas kapal jangan sampai ada hambatan,” kata Jainudin.
Sementara itu, kabar batalnya pengerukan alur Mentaya untuk kelancaran lalu lintas kapal di Kabupaten Kotim, diungkapkan Kepala KSOP Sampit Benny Noviandinudin. Menurutnya, pengerukan alur dibatalkan oleh Kementerian Perhubungan RI dengan alasan demi penghematan anggaran.
“Meskipun demikian, kami juga berharap kaau tidak tahun ini, tahun-tahun depan pengerukan alur tetap dilaksanakan agar lalu lintas kapal lancar,” ucap dia. (RIFQI/m)




