BORNEONEWS. Palangka Raya - Dalam memperingati Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah ke-59, Pj Gubernur akan meluncurkan pembuatan 2.000 sumur bor untuk masyarakat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara ( Barut ) Suriannor mengharapkan Kabupaten Barito Utara mendapatkan jatah pembuatan sumur bor tersebut.
Menurutnya, Dikabupaten barito Utara, masih banyak desa-desa yang jauh dari aliran air. Saat musim kemarau datang, banyak masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih. Selain itu juga sebagai sumber air untuk penanggulangan kebakaran lahan dan hutan.
Suriannor mengatakan, masyarakat sangat mengharapkan pembuatan sumur bor yang sangat diidam-idamkan sejak lama, khususnya masyarakat di sejumlah kecamatan yang susah mendapatkan air bersih dan jauh dari aliran sungai.
“Dari hasil reses yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, banyak sekali permintaan-permintaan masyarakat yang menginginkan adanya sumur bor,” terangnya kepada Borneonews, Kamis (12/5/2016).
“Pada saat musim kemarau masyarakat sangat kesulitan mendapatkan air bersih, dan untuk mendapatkan air bersih tersebut, masyarakat harus berjalan sangat jauh untuk menuju tempat yang ada air bersihnya,” imbuh anggota komisi C tersebut.
Ia menyampaikan, beberapa desa yang mengalami kesulitan dengan air bersih yaitu seperti Desa Batu Raya, Kecamatan Gunung Timang, Desa liju dan Mampuak 1 Kecamatan Teweh Timut, dan Desa Mampuak 2, Desa Payang serta Desa Tawan Jaya, Kecamatan Teweh Selatan.
Peluncuran 2.000 Sumur Bor ini oleh Pj Gubernur ini, lanjut dia, bukan hanya semata untuk keperluan sehari-hari. Tetapi juga untuk menanggulanggi kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Kalimantan Tengah, baik itu lahan yang bergambut maupun lahan yang tidak bergambut.
“Kami harapkan untuk Kabupaten Barito Utara juga mendapatkan bagian dalam pembuatan sumur bor tersebut, seperti desa-desa yang telah kami sebutkan di atas tadi, dan sangat memerlukan dengan di adakannya pembuatan sumur bor tersebut,” pungkasnya. (RAMADANI/m)





