BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Kapuas, telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
KLHS itu pada penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 dan KLHS Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kapuas Tahun 2024 - 2029
FGD itu melibatkan partisipasi berbagai pihak dalam memberikan masukan untuk penetapan isu strategis dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Kapuas, bertempat di Ruang Rapat Bupati Kapuas.
Sekda Kapuas, Septedy mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Kapuas sedang menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan akan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"KLHS sebagaimana dimaksud wajib diintegrasikan ke dalam penyusunan RPJPD dan RPJMD Kabupaten Kapuas, termasuk memaduserasikan KRP pembangunan daerah dalam 20 tahun ke depan yang berpotensi menimbulkan dampak atau resiko lingkungan hidup fungsi dan daya dukung serta daya tampung lingkungan hidup," katanya, Jumat, 9 Februari 2024.
--page
Septedy juga menuturkan pelaksanaan FGD tersebut bertujuan untuk mengumpulkan dan membahas isu strategis Kabupaten Kapuas terkait lingkungan hidup yang berdampak pada pembangunan dan pengembangan daerah.
"Rapat ini kita adakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 tentang tata cara penyelenggaraan kajian lingkungan hidup strategis, sehingga dapat memberikan informasi terkait isu lingkungan hidup agar pembangunan berkelanjutan dapat di implementasikan dengan baik kedepannya," jelasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli KLHS RPJPD dan RPJMD Kabupaten Kapuas Gusti Muhammad Hatta, mengatakan KLHS dilakukan dalam rangka meyakinkan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan dijadikan dasar dan terintegrasi di dalam pembuatan RPJPD
"Dulu ada 3(tiga) pilar yang penting dalam RPJPD yaitu Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan, dan sekarang ditambah dengan Tata Kelola. Dan pelaksanaannya harus imbang dari pilar-pilar tersebut," ucap Hatta. (DODI/y)









