SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sampit pagi ini terlihat berbeda. Nampak 3 tenda diatur di tengah halaman dan sejumlah orang sibuk menata kotak putih bertuliskan 'KPU Pemilu Tahun 2024'.

Tenda-tenda tersebut merupakan TPS lokasi khusus untuk memfasilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menggunakan hak pilihnya meski berada dalam tahanan.

Ratusan WBP Lapas Sampit pun antusias akan kehadiran pesta demokrasi tahun ini. Mereka menunggu dibalik jeruji, menanti giliran masuk ke TPS untuk mencoblos meski tak semua WBP berhak menggunakan 5 kategori pemilihan.

"Tahun ini tahun pertama memilih di TPS lokasi khusus Lapas Sampit. Suasananya jelas berbeda dengn Pemilu yang sebelumnya saya ikuti," kata salah satu WBP Lapas Kelas II B Sampit berinisial JAW, Rabu, 14 Februari 2024.

Meski telah beberapa kali mencoblos, dirinya merasa bingung menentukan pilihannya. Karena berada di lingkungan Lapas membuat dirinya tidak mengetahui visi dan misi calon pemimpin yang ia coblos.

--page

Namun hal itu tak membuat dirinya menyia-nyiakan hak pilihnya. Pria yang berasal dari Lampung tersebut hanya mendapat hak untuk memilih pasangan presiden dan wakil presiden.

"Semoga yang menjadi pemimpin ke depan amanah dan betul-betul membela rakyat walaupun status saya berada di sini tidak mengetahui dunia luar," ujarnya.

Di tengah riuhnya WBP Lapas Sampit menentukan pilihannya, terlihat Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah memantau TPS lokasi khusus tersebut. Ia memantau kondisi TPS 901, TPS 902, dan TPS 903.

Irpansyah berharap, TPS lokasi khusus di Lapas Sampit mampu mengakomodir WBP untuk menggunakan hak pilih wakil rakyat dan presiden dengan hati nurani tanpa ada paksaan atau intimidasi.

"Walaupun mereka nara pidana yang sudah terjerat hukum jangan sampai mereka terintimidasi saat menggunakan hak pilih," kata Irpansyah.

--page

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Sampit Meldy Putera mengatakan WBP sebagai warga negara berhak menggunakan hak pilihnya seperti masyarakat umumnya.

"Karena hak suara tidak memandang tempat," kata Meldy.

Berdasarkan koordinasi dengan KPU Kotim, dari 3 TPS lokasi khusus di Lapas Sampit terdapat 723 DPT. Hingga kini proses hitung diketahui hasil pemilihan presiden dan wakil presiden unggul untuk pasangan Prabowo-Gibran.

Hasil hitung Presiden dan Wakil Presiden TPS 901 pasangan Anis dan Muhaimin 15 suara, Prabowo dan Gibran 193 suara, Ganjar dan Mahfud 25 suara dan golput  7.

Hasil hitung Presiden dan Wakil Presiden TPS 902 pasangan Anis dan Muhaimin 17 suara, Prabowo dan Gibran 192 suara, Ganjar dan Mahfud 25 suara, serta golput 3.

--page

Hasil hitung Presiden dan Wakil Presiden TPS 903 pasangan Anis dan Muhaimin 20 suara, Prabowo dan Gibran 183 suara, Ganjar dan Mahfud 39 suara, serta golput 4. (DEWI PATMALASARI/H)