SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati menyarankan 3 hal agar Pemilu berjalan lebih baik. Saran tersebut ia sampaikan berdasarkan pantauan saat pelaksanaan Pemilu di wilayah utara.

"Saya memberi masukan saat pantauan di lapangan ada surat panggilan yang penyusunannya sesuai urut abjad," kata Irawati saat rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten di aula Jabal Rahmah Islamic Center Sampit, Sabtu, 24 Februari 2024.

Surat panggilan yang sesuai urutan alfabet tersebut mengumpulkan warga berurutan pada beberapa TPS di sebuah desa. Misalnya istrinya bernama Ani dan suami bernama Budi. Karena abjad nama berbeda, mereka terpisah TPS. Padahal dalam 1 kartu keluarga seharusnya memidi 1 TPS.

"Sehingga yang mencoblos hanya suami karena hanya mempunyai 1 kendaraan dan TPSnya terpisah," ujarnya.

Dirinya mengimbau KPU untuk kembali memperbarui DPT. Karena masih ada warga yang telah meninggal mendapat surat panggilan untuk mencoblos.

--page

Lanjutnya, penggabungan TPS di satu tempat harus dihindari. Dirinya menemui 1 desa yang memiliki 6 TPS. Seluruh TPS tersebut berada pada satu lokasi.

"Saya sendiri susah memantaunya karena mendengar suaranya bersahutan," imbuhnya.

Masukan tersebut ia sampaikan agar Pemilu berjalan lebih baik. Terlebih sebentar lagi akan digelar pemilihan kepala daerah serentak. Sehingga meminimalisir kecurangan yang terjadi di TPS. (DEWI PATMALASARI/j)