BORNEONEWS, Kotawaringin Barat - Aparat Polres Kotawaringin Barat (Kobar) tengah melacak keberadaan Ustaz Iriyanoor. Sang ustaz merupakan terlapor penggelapkan uang Rp2,5 miliar milik puluhan calon jemaah haji dan umroh (pelapor). Terlapor kabur dari barakannya sebelum dilaporkan ke polisi.

"Status terlapor kini sudah mengarah menjadi tersangka, kami sedang memburunya," kata Kapolres Kobar, AKBP Heska Wahyu Widodo melalui Kasat Reskrim Polres Kobar, AKP Guntur Tri Bawono kepada Borneonews, Selasa (17/5/2016)

Menurut Kasat Reskrim, keberadaan terlapor sudah diketahui. Dalam waktu dekat polisi akan segera menangkapnya. "Kami sudah melacaknya, keberadaan Ustaz Iriyanoor sudah kami ketahui," tuturnya.

Dijelaskannya juga, status DPO belum ditetapkan. Hanya saja, sesuai keterangan saksi dan korban, terlapor sudah mengarah ke status tersangka.

Sebelumnya, 10 orang dari 32 korban ibadah haji dan umroh melaporkan kasus penipuan oleh Ustaz Iriyanoor ke Polisi. Sebanyak 12 di antaranya calon umroh, dan 20 orang lagi calon jemaah haji plus. Calon jemaah umroh perorangnya sudah menyerahkan Rp30 juta, sedangkan calon jemaah haji ONH plus Rp110 juta. Uang tersebut sudah di serahkan sejak 2015. Namun, hingga saat ini, puluhan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kobar tersebut hanya diberikan janji palsu.

Lewat media sosial Facebook, Ustaz Iriyanoor, membantah tudingan miring yang dialamatkan kepadanya. Melalui akun Majelis Ta'lim Asy-Sjafaah yang bergambar fotonya, sang ustaz mengatakan hanya 12 jamaahnya, 13 dengan dirinya. 

"Saya juga tidak pernah meminta uang kepada jamaah, tetapi ada tiga keluarga jamaah yang berinisiatif memberikan tambahan dana, bukan saya minta," tulisnya dalam Facebook yang dikutip Selasa (17/5/2016).

Melalui FB Iriyanoor juga membantah berita telah melarikan diri sebelum dilaporkan para korban ke Polres Kotawaringin Barat. Ia mengatakan, hanya menghindar karena ada keluarga jamaah yang mencari-carinya. "Bukan mereka saja, ada banyak yang datang (ke barakan) mencarinya. Makasih koran yang baik."

Sejak Senin (16/5/2015) sore, barakan tempat tinggal Ustaz Iriyanoor, di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Kalkun 2 Rt 10 Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, nampak sepi. Barakan yang ditempatinya, di pojok kiri nomer 5, posisi barakan yang tertutup barakan lainnya tidak ada penghuni. Tidak ada sandal satupun yang tersimpan baik di depan atau di belakang baraknya. (CECEP HERDI/N).