BORNEONEWS, Palangka Raya - Vice President PT Teladan Prima Agro Tbk, Sutarto Hadi menyampaikan bahwa Peluang dan jenjang karir bidang IT dan Digitalisasi terbuka luas seiring dengan perkembangan penerapan teknologi informasi, kecerdasan buatan atau AI, automasi, mekanisasi dan digitalisasi di industri kelapa sawit.
"Saat ini teknologi merupakan management tools yang sangat penting untuk memudahkan dalam mengelola kebun agar efektif dan efisien menuju tata kelola kebun yang modern dan berkelas dunia," kata Sutarto dalam rilis BPDPKS pada Selasa, 2 April 2024.
Hal ini disampaikan Sutarto dalam kegiatan Workshop Karir Industri Sawit yang diikuti sebanyak 1.042 peserta, baik yang hadir offline Hotel Amaroossa Grande, Bekasi maupun yang hadir online dari Seluruh Indonesia, para peserta berasal dari 68 perguruan tinggi, 43 perusahaan perkebunan sawit, 7 Kelembagaan Petani, 4 Sekolah jenjang SMA/SMK, serta 2 Dinas Perkebunan, Dinas Informatika dan Persandian.
"Sehingga karir di bidang IT dan Digitalisasi plus Automation akan sangat penting bagi masa depan Industri Kelapa Sawit, tentu peluang ini dapat menghadirkan pekerjaan yang menarik bagi generasi kini dan ramah lingkungan," tuturnya dalam sesi penyampaian materi tentang peluang dan jenjang karir bidang teknologi dan digitalisasi di Industri Sawit.
Sementara itu Direktur Perlindungan Perkebunan, Kementrian Pertanian, Ir Hendratmojo Bagus Hudoro menyampaikan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan jumlah penerima Program Beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit atau SDM PKS dari BPDPKS dan Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
--page
"Pemerintah akan terus meningkatkan jumlah penerima beasiswa setiap tahunnya dalam program beasiswa SDM PKS yang bekerjasama dengan BPDPKS," kata Hendratmojo. (TESTI PRISCILLA/H)









