BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng menekankan tidak ada pungutan dalam program 1.000 rumah guru Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.
"Kita sudah melakukan beauty contest, beberapa developer yang akan berkontribusi terhadap pembangunan ini, karena kita di sisi pemerintahan tidak boleh asal tunjuk, harus ada beauty contest, dan itu sudah kita lakukan,” tutur Reza dalam keterangannya, Selasa malam, 21 Mei 2024.
Reza Prabowo menyampaikan beberapa perusahaan sudah paparan di dinas pendidikan dan menyatakan kesanggupannya.
Dia menekankan inti dalam program ini developer adalah mau berbagi dengan guru. Melalui program ini Pemprov Kalteng memberikan subsidi uang muka sebesar Rp10 juta.
“Jadi nanti developer yang akan melaksanakan kegiatan ini, saya tegaskan saya tidak mau ada pungutan lagi kepada guru, jadi saya minta yang terkait dengan biaya akad, dan biaya lainnya itu tidak ditanggung oleh guru," tegasnya.
--page
Reza berharap program 1.000 rumah akan memberikan kenyamanan lebih kepada para guru dalam memiliki hunian yang layak.
Ia ingin para guru tinggal terima kunci, dan nantinya ada grace period yang diberikan kepada guru-guru, setelah akad, bisa menempati dan baru melakukan pencicilan pada 3 bulan setelahnya.
“Sehingga dalam waktu 3 bulan ke depan guru-guru kita diberikan kesempatan beli perabotan rumah tangga," harapnya. (HERMAWAN DP/Y)









