PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Reza Prabowo menyampaikan pembangunan program 1.000 rumah guru akan dilakukan dengan konsep klaster.

"Untuk konsep dan mekanisme pembangunan nanti akan klaster, jadi satu hamparan tanah minimal dibangun 4 sampai 5 rumah,” ungkap Reza dalam keterangannya, Selasa malam, 21 Mei 2024.

Ia ingin dengan adanya beberapa rumah di suatu tempat bisa meningkatkan persaudaraan, komunikasi antar guru, dan memudahkan dalam pengawasan. Dia juga ingin memastikan bahwa lahan yang digunakan aman dan bebas masalah.

"Terkait lahan, kita pastikan tanahnya ini kondisinya betul-betul aman clear and clean. Dengan adanya klaster ini kita bisa membuat pusat-pusat perekonomian baru, jadi pemerataan pembangunan bisa kita lakukan di seluruh kabupaten/kota se-Kalteng," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Kalteng, Marzuki, menyampaikan komitmennya terhadap program 1.000 rumah guru.

--page 

“Ini merupakan program inisiatif Bapak Gubernur Provinsi Kalteng, Bapak H. Sugianto Sabran. Kami sangat bersyukur karena Bank Kalteng diberikan kepercayaan untuk menjadi satu-satunya bank mitra yang ditunjuk untuk membiayai program 1.000 rumah ini,” tuturnya.

Dia menyampaikan Bank Kalteng memiliki produk yang sesuai, yaitu produk kepemilikan rumah dengan bunga yang kompetitif, bersaing sangat bagus di pasar.

“Bunganya kita berikan 7 persen untuk 2 tahun pertama dan 9 persen untuk tahun berikutnya," jelasnya. (HERMAWAN DP/y)