BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat resah begal kerap beraksi di Jalan Pramuka Sampit. Mereka berharap Polisi gencarkan patroli agar begal tak terus berkeliaran.
"Kejadiannya menimpa warga kami sudah 2 kali, entah mungkin saja ada warga lain yang juga mendapat terror begal," kata Warga Perumahan Graha Pramuka, Jalan Pramuka Sampit, Januar Ihsan, Jumat, 31 Mei 2024.
Dirinya juga sebagai ketua RT 35 Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang yang masuk dalam lingkungan perumahan Graha Pramuka dimana Jalan Pramuka merupakan salah satu akses masuk ke perumahan tersebut.
Kejadian belum lama ini pada tanggal 28 Mei 2024, ia menerima laporan seorang warga telah dihadang sekelompok pemuda tak dikenal. Warga tersebut pulang bekerja dini hari sekitar pukul 02.00 WIB melintas di Jalan Pramuka.
Tiba-tiba empat orang berboncengan menggunakan 2 motor menghadangnya. Sekelompok pemuda tersebut membawa senjata tajam.
--page
"Alhamdulillah warga kami bisa membela diri dan membuat begal tersebut kabur," ujarnya.
Seorang tak dikenal juga sempat mendatangi penjaga malam di lingkungan tersebut. Pria tak dikenal tersebut tiba-tiba meminta uang dan rokok.
"Kami berharap pihak berwajib melakukan tindakan agar begal tersebut tidak beraksi seenaknya. Mungkin bisa diantisipasi dengan menggencarkan patroli di skitar lokasi. Atau pemerintah daerah bisa mesang penerangan untuk mengurangi terjadinya kegiatan serupa," imbuhnya.
Jalan Pramuka merupakan salah satu jalan yang minim pencahayaan. Tidak adanya PJU di jalan tersebut membuat pelaku kejahatan leluasa melancarkan aksinya.
Warga berharap, pihak berwajib memberi rasa aman masyarakat yang tengah diteror begal di lingkungan tersebut. Sebelum begal semakin menjadi dan dikhawatirkan muncul korban jiwa. (DEWI PATMALASARI/H)









