PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dan lingkungan, sosial, serta tata kelola atau ESG.

"SSMS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program CSR dan ESG," kata Departemen Head CSR SSMS Tbk, Miran Suhardi dalam rilisnya pada Kamis, 30 Mei 2024.

Seperti diketahui, SSMS Tbk mendapatkan dua penghargaan dalam Top CSR Award 2024 yang diselenggarakan Majalah Top Business pada Rabu, 29 Mei 2024 yakni TOP CSR Award 2024 dan Top Leader on CSR Commitment 2024 yang diberikan kepada CEO SSMS, Jap Hartono.

"SSMS akan semakin berinovasi dan mencari cara-cara baru untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, LSM, dan komunitas lokal, yang akan terus diperluas untuk mencapai tujuan bersama," tuturnya.

Penghargaan ini menurutnya sekaligus pengakuan yang menjadi motivasi bagi SSMS untuk terus berinovasi dan memperkuat komitmen terhadap kualitas serta efektifitas tanggung jawab sosial dan lingkungan.

--page

Pada kesempatan tersebut penghargaan diberikan kepada perwakilan SSMS yaitu Miran Suhardi selaku Dept Head CSR dan Andre Taufan selaku Manager Corporate Communication.

"SSMS mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan para pemangku kepentingan yang telah mendukung Perseroan dalam memberikan manfaat bagi lingkungan, meningkatkan perekonomi masyarakat yang selaras dengan dengan tumbuhnya bisnis Perseroan yang berkelanjutan," tuturnya lagi.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2024, M Lutfi Handayani mengatakan bahwa tema yang diangkat untuk tahun 2024 ini adalah "Inovasi-Inovasi Program CSR dan ESG yang dapat mendukung tumbuhnya bisnis perusahaan secara berkelanjutan".

"CSR dan ESG diekspektasikan tidak hanya memberikan manfaat sosial untuk masyarakat dan lingkungan, tetapi juga harus selaras dengan strategi bisnis, harus mendukung pencapaian target-target bisnis, agar kinerja perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan," kata Lutfi dalam sambutannya.

Senada dengan itu, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan atau PPKL, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sigit Reliantoro, mengungkapkan pentingnya semua perusahaan di Indonesia untuk turut serta dalam menjaga lingkungan melalui operasi bisnis yang tidak merusak lingkungan atau menggunakan sumber daya energi yang ramah lingkungan.

"Komitmen perusahaan dibutuhkan untuk menerapkan Environmental, Social, and Governance atau ESG dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/H)