BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Darliansjah menyampaikan, demi mendukung pelaksanaan program-program perikanan agar dapat berjalan baik, pihaknya gandeng Bank Kalteng.
Sebagai contoh, dalam pelaksanaan kegiatan bantuan fasilitasi subsidi biaya sarana produksi bagi pelaku usaha perikanan, perlu dilakukan percepatan pencetakan buku tabungan oleh Bank Kalteng.
Hal ini katanya, sebagai komitmen tindak lanjut guna kelancaran distribusi agar buku tabungan penerima bantuan dapat segera disampaikan kepada penerima, sesuai arahan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.
"Sesuai arahan Gubernur Kalteng, agar buku tabungan bagi pelaku usaha perikanan baik nelayan, pembudidaya dan pengolah hasil perikanan dapat dicetak berdasarkan skala prioritas, yaitu Skala I Wilayah Barat, Skala II Wilayah Tengah, Skala III Wilayah Timur,” katanya, Sabtu, 1 Juni 2024.
Pemprov Kalteng melalui Dislutkan memberikan bantuan fasilitasi subsidi biaya sarana produksi bagi pelaku usaha perikanan baik nelayan, pembudidaya dan pengolah hasil perikanan se-Kalimantan Tengah sebanyak 26.181 orang.
--page
Dengan adanya pencetakan Buku Tabungan Bantuan Biaya Produksi Perikanan (Tabungan Taheta Bansos) dapat diselesaikan secepatnya. Agar dalam pendistribusiannya dapat segera dilakukan sekaligus mengidentifikasi serta memverifikasi kebenaran data agar tepat sasaran untuk updating data.
Dirinya juga mengungkapkan, fasilitasi subsidi biaya sarana produksi bagi pelaku usaha perikanan Kalteng juga berupa subsidi BBM, pakan, dan benih ikan merupakan salah satu program Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, dalam membantu pelaku usaha perikanan Kalteng untuk meningkatkan produksinya.
"Adanya kolaborasi antara Pemprov Kalteng dengan PT. Bank Kalteng sangat diperlukan sebagai upaya dalam mendukung pelaksanaan program-program pemerintah agar dapat terlaksana dengan baik," tandasnya. (MARINI/H)









