BORNEONEWS, Palangka Raya - PenyidikReskrim Polres Palangka Raya telah melakukan pemeriksaan terkait kasus pembunuhan yang menewaskan Nasip, 36, di bawah pohon sawit persis samping aspal Jalan RT A Milono Km 7,5, Selasa (31/5/2016) pagi lalu.

Jika sebelumnya polisi menyebut ada empat tersangka, tapi setelah pendalaman dalam pemeriksaan hanya satu tersangka yakni Thamrin, alias Lempok, 19. Sedangkan tiga sisanya Anto, 24, Aris Fadillah, 32, dan Taufik Hidayat, 31, kini berstatus sebagai saksi.

"Pelakunya cuma satu, yaitu Thamrin. Jadi dia saja yang melakukan penusukan," kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Erwin T H Situmorang kepada wartawan, Jumat (3/6/2016).

Dia menuturkan, sebelum terjadi penusukan, korban bersama Manggu, kemudian Thamrin beserta tiga orang sisanya itu berada di sebuah kafe karaoke bilangan Jalan Mahir Mahar lingkar luar.

Lalu semuanya menenggak minuman beralkohol. Ketika hendak bernyanyi mereka rebutyan microphone hingga terjadilah adu mulut. Tiga orang saksi itu juga sempat ikut serta dalam adu mulut. Tak lama berselang, Manggu menyebut dirinya terkena tusukan oleh Thamrin.

Namun Thamrin tidak mengakui hal ini. Keributan tersebut pada akhirnya berakhir damai. Rupanya kedamaian itu tidak pada Thamrin. Pada saat korban hendak pergi dari tempat itu, Thamrin juga sama. Sementara Manggu pulang ke rumah. Sedangkan tiga rekan Thamrin masih berada di tempat karaokean tersebut.

"Korban dan Thamrin pergi bersama. Kalau janjian tidak ada," ungkapnya.

Sesampai di tempat ditemukannya Nasip tewas, mereka berduel. "Thamrin dan korban juga membawa pisau. Kemudian di situ mereka berduel. Nah, pisaunya menurut pengakuan Thamrin dua-duanya sudah dibuang ke sungai," imbuhnya.

Dia menuturkan, antara korban dan pelaku sebenarnya berteman. Namun mereka kenalan baru. Mengenai pembuktian apakah Manggo benar ditusuk Thamrin, Kasat Reskrim menyebut akan didalami lebih lanjut.

"Untuk saat ini kita fokus pada kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia dulu," katanya.

Sementara itu, terkait apa yang disampaikan Manggu ke istri korban, Sinta (30) itu diduga hanya untuk menutup nutupi kejadian sebenarnya.

Menurut keterangan Sinta, pada pukul 01.00 WIB, korban pamit keluar rumah lantaran dihubungi oleh Manggu. Korban izin sambil berucap ada hubungan bisnis.

Kemudian korban mendatangi ke rumah Manggu. Pada pukul 03.00 WIB, istri korban menelphone Manggu lantaran HP suaminya tertinggal. Manggu menjawab jika korban bersamanya. Sekitar pukul 05.00 WIB, istri korban menghubungi lagi. Manggu kembali menjawab jika korban masih tidur di bengkel tempat saudara Manggu kerja.

Setengah jam kemudian, istri korban kembali lagi menghubungi dan dijawab korban sudah pulang. Sekitar pukul 06.00 WIB, seseorang bernama Nurik datang ke rumah korban dan memberitahukan melihat korban tergeletak di pinggir jalan persisnya bawah pohon sawit persis samping aspal Jalan RT A Milono Km 7,5, Selasa (31/5/2016) pagi. (BUDI YULIANTO/m)