PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rutan Tahanan (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) saat ini sedang gencar melaksanakan program pembinaan peternakan ayam petelur, dan perkebunan.

Tidak hanya itu juga, Rutan Palangka Raya melaksanakan kegiatan pembuatan kerajinan tangan dari getah nyatu, dan tas rotan yang dimodifikasi sebagai tas dan lainnya.

"Hal ini bertujuan untuk pembinaan dan kemandirian warga binaan Rutan Palangka Raya, dengan memiliki bekal keterampilan dapat dipergunakan setelah selesai menjalani pembinaan," ujar Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya Bambang Widiyanto, Rabu, 5 Juni 2024.

Dirinya juga berpesan, agar warga binaan patuh dan mengikuti pembinaan untuk kemandirian dengan baik dan maksimal, agar berguna kedepannya saat sudah berada di masyarakat.

Ayam petelur dipilih karena pemeliharaan berikan edukasi sebagai bekal warga binaan, untuk beternak menambah keterampilan bekerja yang diharapkan bisa diterapkan setelah kembali ke masyarakat.

--page

"Ternak ayam petelur sebagai sarana asimilasi dan edukasi, bertujuan untuk menumbuhkan rasa produktivitas bagi warga binaan, agar dapat mandiri berinovasi dan mendukung program yang dicanangkan pemerintah dalam hal ketahanan pangan," jelasnya. (MARINI/j)