SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotawaringin Timur (Kotim) Ramadansyah mengakui keinginan masyarakat membayar pajak secara online saat ini masih minim.

"Mengubah kebiasaan masyarakat itu sulit. Mereka mengaku jika tidak membayar langsung belum puas padahal dari HP-nya saja bisa membayar pajak," kata Ramadansyah, Minggu, 9 juni 2024.

Lanjutnya, pembayaran secara online melalui aplikasi Smart Tax dan monile banking tersebut sudah berjalan 2 tahun. Namun masyarakat yang memanfaatkan kemudahan tersebut belum mencapai 10 persen dari wajib pajak.

Sehingga pihaknya terus berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa membayar pajak tidak harus ke Kantor Bapenda Kotim atau ke teller bank. Salah satu upayanya ialah dengan sosialisasi melalui stand Bapenda Kotim di Sampit Expo 2024.

"Kami sudah mendatangi wajib pajak untuk membayar pajaknya tidak perlu ke kantor. Tetapi mereka lupa caranya karena membayar itu kan satu tahun sekali," ujarnya. 

--page

Meski demikian, kesadaran masyarakat membayar pajak semakin meningkat. Penetapan SPT tahun lalu Rp 12 miliar, tahun ini meningkat menjadi Rp 18 miliar.

"Semoga realisasinya kesadaran pendaftaran asetnya bisa meningkat untuk PBB P2 karena kita ada 11 sektor pajak yang kami upayakan karena kalau PBB ini sudah jelas objek dan subjeknya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)