BORNEONEWS, Sampit - Keanekaragaman hayati menjadi alasan kuat untuk membentuk wisata taman satwa di Pulau Hanibung, Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Saat itu ada ide dari Halikinor bagaimana kita membuat wisata mancing buaya begitu saya diangkat menjadi Plt (Pelaksana tugas) Kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah) saya usulkan Pulau itu," kata Plt. Kepala Bapperida Kotim Ramadansyah, Minggu, 9 Juni 2024.
Ramadansyah salah satu pejabat daerah yang hobi berpetualang. Pulau Hanibung menjadi salah satu persinggahan favoritnya saat berpetualang. Di tempat tersebut ia mengamati beraneka burung bahkan burung tingang legendaris Kalimantan Tengah hidup di Pulau Hanibung.
Hal tersebut ia utarakan kepada Bupati Kotim Halikinnor yang saat itu sedang membuat wacana wisata mancing buaya. Bahkan tempat tersebut berpotensi dikembangkan menjadi Taman Satwa.
"Kemudian kita mengunjungi tempat tersebut dan direspon oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah," ujarnya.
--page
Upaya Pemkab Kotim membuat Pulau Hanibung menjadi Taman Satwa terus berlanjut. Terakhir pihaknya telah melakukan survei keanekaragaman hayati di pulau tersebut bersama BKSDA Kalteng selama 3 hari pada akhir Mei 2024.
Hasil survei menunjukkan, Pulau Hanibung menyediakan banyak sumber makan untuk binatang. Tumbuh-tumbuhan dan pohon ulin masih ada di hutan Pulau Hanibung.
Pulau Hanibung memiliki luas 256,6 hektare dengan estimasi luasan tutupan hutan 186,4 hektare dan lahan terbuka 72,73 hektare.
Adapun potensi flora di Pulau Hanibung yaitu Papuri, Jambu Burung, Ubar, Ubar Putih, Gentalang/Manggis hutan, Pempaning, Ficus, Jambu, Pelawi, Rungun, Kakapas, Banitan, Rengas, Jangkit, Kumpang Gelam, Gelam Tikus, Halaba, Tabulus, Tababuluh, Pelawan, Sapakau, Seraka, Rawa, Katari, Tulang, Bengkirai, dan Ulin. Potensi primata yaitu orangutan, bekantan, lutung hitam dan monyet ekor panjang.
Potensi ikan yaitu ikan hiu Kalimantan, ikan parang-parang, lais bamban, lawang, baung, pari air tawar, ikan baga-baga, papuntin, patin, ikan pipih, ikan gabus, ikan kelabu, ikan sanggang, pepuyu, kapar, seluang, gurame, udang galah, keringau, mangki, masau, sidat, dan tapah.
--page
Tim survey keanekaragaman hayati juga menjumpai sejumlah burung hidup di Pulau Hanibung yaitu burung rangkong, elang brontok, elang bondol, kangkareng dada putih, jalak kerbau, burak, burung hantu, bubut, pempulu, kacer, cucak ijo, murai, tiung mas, dan punai.
Jenis reptil yang hidup di Pulau Hanibung yaitu buaya muara, biawak, ular piton, king kobra, labi-labi, biuku, dan ular welang.
"Semua jenis binatang ada di sana harapan kita selama ini kalau orangutan hasil rescue di Kotim pasti dilepas liarkan ke Pangkalan Bun, kenapa kita tidak memiliki tempat sendiri sehingga di perencanaan ini kita angkat menjadi Wisata Taman Satwa untuk wisata baru di Kotim ada di perencanaan kita RKPD tahun 2025," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









