BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit, Agus Hendra memukul atasannya lantaran tidak terima gajinya dipotong. Selain itu, Agus Hendra juga mempersoalkan surat peringatan (SP) karena dinilai kinerjanya menurun.
Karena pemukulan yang dilakukannya, Agus Hendra harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kursi pesakitan. Pada sidang yang digelar Pengadilan Negeri Nanga Bulik, ia didakwa telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan pimpinannya di perusahaan, Arief Setiawan, mengalami luka-luka.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Lamandau, Muhammad Afif Hidayatulloh membeberkan, kejadian pemukulan tersebut terjadi pada hari Senin, 25 Maret lalu, sekitar pukul 13.30 WIB.
Sebelum terjadi pemukulan, terdakwa bertemu dengan salah satu rekan kerjanya, Gibran. Ketika itu, terdakwa protes mengapa diberikan surat peringatan (SP) 2, padahal ia telah izin sakit dilengkapi dengan surat keterangan sakit dari rumah sakit.
Namun, rekannya itu hanya menyarankan agar terdakwa ke kantor untuk mendapat penjelasan. Tidak lama kemudian, datang karyawan lainnya yang memberitahukan bahwa terdakwa dipanggil oleh Arief Setiawan (atasannya).
--page
Lalu terdakwa pun menghadap dan kembali protes karena diberi SP2. Atasannya pun menjelaskan bahwa terdakwa diberi SP karena kinerjanya menurun dan sering tidak masuk kerja dengan alasan sakit.
“Terdakwa merasa kesal karena tidak terima mendapat SP dan merasa aneh karena alasan sakitnya tidak diterima serta preminya dipotong. Kemarahannya memuncak saat ia dipindah ke bagian perawatan setelah sebelumnya di bagian gudang,” beber Afif di Nanga Bulik, Kamis 13 Juni 2024.
Hal itu pun memicu terdakwa melakukan pemukulan kepada atasannya tersebut. Ia memukul bagian kepala, mata dan dagu secara bertubi-tubi. Melihat kejadian tersebut, karyawan lain melerai dan mengamankan terdakwa.
“Akibat perbuatan terdakwa, saksi Arief Setiawan mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kiri, luka robek di bagian sebelah mata sebelah kiri, luka gores di bagian bawah dagu dan luka gores di bagian leher belakang,” terang Afif.
(HENDI NURFALAH/Y)









