BORNEONEWS, Lamandau - Para pedagang makanan dan minuman yang meramaikan Pasar Ramadan 2016 diminta tidak menggunakan bahan pengawet, atau yang membahayakan kesehatan. Selain itu, harus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam menyajikan berbagai jenis makanan lokal yang menarik, agar produk yang disajikan memiliki nilai jual tinggi dan menjadi ciri khas makanan asal Bumi Bahaum Bakuba.
"Saya ingatkan, kreativitas dalam membuat aneka macam makanan yang kemudian diperjualbelikan kepada khalayak jangan sampai tidak mengindahkan aspek keamanan dari sisi kesehatan. Jangan sampai menggunakan bahan makanan tidak layak atau berpengawet yang berbahaya bagi kesehatan. Sajikan makan sehat bergizi tinggi dan aman dikonsumsi," kata Wakil Bupati Lamandau, H. Sugiyarto, saat membuka pasar wadai di Lamandau, Senin (6/6/2016).
Wabup mengaku cukup senang dengan suasana Ramadan yang selain dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan keagamaan juga dijadikan sarana meningkatkan geliat perekonomian masyarakat dengan cara berdagang, sehingga suasana Ramadan semakin hidup. Wakil Bupati Lamandau dua periode itu menyebutkan, adanya pasar Ramadan secara tidak langsung menuntut masyarakat khususnya para pedagang meningkatkan inovasi dan kreativitasnya dalam menyajikan berbagai jenis makanan lokal yang menarik.
Selebihnya, Sugiyarto berpesan agar para pengunjung pasar wadai tetap tertib dalam berlalu lintas khususnya saat memarkirkan kendaraannya. Karena lokasi pasar wadai persisi di pinggir jalan utama, Wabup berharap agar pengunjung tidak memarkirkan kendaraannya di pinggir atau bahkan di tengah jalan raya, tetapi membawa masuk ke lapangan (lokasi pasar) dan menata parkirnya dengan rapi, sehingga tidak membuat macet dan mengganggu pengguna jalan lain.
Didampingi Ketua DPRD Lamandau, H. Tommy Hermal Ibrahim, Wabup Sugiyarto, memantau pasar Ramadan 2016. Dari pantauan, di hari pertama pembukaan pasar wadai tersebut ratusan pengunjung tampak tumpah ruah dan memadati setiap sudut pasar. Para pengunjung juga memilih berbagai macam dagangan mulai dari yang berjenis minuman segar untuk berbuka puasa, makanan ringan bahkan berbagai jenis lauk pauk.
"Bagi kami yang disibukkan dengan pekerjaan kantor adanya pasar Ramadan ini cukup meringankan, karena tidak harus memasak di rumah hanya untuk berbuka puasa, karena pilihan makanan di sini juga banyak," cetus salah seorang PNS di Pemkab Lamandau, Santi, kala itu. (HENDI NURFALAH/N).








