BORNEONEWS, Sampit - Seorang sopir truk berinisial W diduga menggelapkan pupuk berjumlah 10 ton milik Nur Widianto yang berada di Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu, 19 Juni 2024.
Nur Widianto, pemilik pupuk menjelaskan, peristiwa berawal saat sopir truk itu berangkat dari gudang miliknya dengan mengangkut 10 ton pupuk yang hendak diantarkan ke PT GBSM bahandep.
"Ternyata, setelah di perjalanan pupuknya itu dijual oleh sopirnya dan tidak sampai ke tempat bongkaran," kata Nur Widianto, Kamis, 20 Juni 2024.
Akhirnya, pemilik pupuk itu melakukan pencarian terhadap sopir truk. Setelah dilakukan pencarian, ternyata sopir truk telah melarikan diri dan meninggalkan truknya di sebuah kebun yang berada di daerah Desa Bangkal.
--page
"Truknya sudah ketemu, tapi sopirnya kabur. Pupuk yang ada di dalam truk sudah kosong semua," tambahnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian yang mencapai kurang lebih Rp100 juta. Pemilik pupuk juga telah melaporkan sopir truk tersebut ke Polda Kalteng.
"Sudah kita laporkan. Semoga pelaku cepat tertangkap dan tidak ada lagi kejadian seperti ini," demikian dia menyampaikan. (BUDDI RAHMAT H/Y)









