BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum KONI Kalteng, Rahmat Hidayat, meminta setiap cabang olahraga atau Cabor untuk segera melengkapi surat pertanggung jawaban atau SPJ tahap 1 yang sudah dicairkan.
Dalam SPJ, memuat pekerjaaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan, realisasi belanja, siapa yang melaksanakan dan keluaran (output) dari kegiatan tersebut dan bersifat jujur, akuntabel, tidak melakukan manipulasi data bahkan penyelewengan anggaran.
Anggaran dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sebesar Rp50 miliar itu untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024, dilaksanakan pada bulan September mendatang.
"Setiap cabang olahraga dapat menggunakan anggaran tersebut sebaik mungkin, serta menunjukkan hasil yang memuaskan. Karena anggaran tersebut berasal dari uang rakyat, dan harus ada target prestasi yang dicapai dari masing-masing cabang olahraga," ujarnya, Jumat, 21 Juni 2024.
Dia melanjutkan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan pemusatan latihan provinsi atau Pelatprov untuk memastikan para atlet siap bersaing pada PON tahun 2024.
--page
"Kami berkomitmen untuk mengayomi atlet dan pelatih agar termotivasi untuk selalu berlatih. Pelatprov berlangsung di Palangka Raya selama 3 bulan ke depan. Setelah itu, para atlet akan berpindah ke Jakarta untuk menjalani pemantapan akhir bersama atlet DKI menjelang pertengahan Agustus nanti," jelasnya.
Dia menambahkan, dana hibah Rp50 miliar dari Pemprov Kalteng diharapkan dapat mengantarkan 21 cabang olahraga lolos dan meraih medali di PON tahun 2024 ini.
(MARINI/Y)









