PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya telah mengadakan program pembinaan keterampilan yang bekerjasama dengan LPK Multi Karya Palangka Raya, program ini memberikan pelatihan jasa laundry kepada 20 orang warga binaan.

Kegiatan ini  bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan praktik kepada warga binaan. Pada hari pertama pelatihan, instruktur memberikan penjelasan mengenai manajemen bisnis laundry serta praktik pemilahan, pencucian, dan pengeringan pakaian sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Laundry.

"Saya berharap bahwa pelatihan ini akan meningkatkan kompetensi warga binaan sehingga mereka dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk membuka usaha secara mandiri setelah bebas," kata Kalapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya Sri Astiana, Minggu, 23 Juni 2024.

Lanjutnya untuk hari kedua pelatihan fokus pada keterampilan mencuci dan menyetrika pakaian dengan berbagai jenis bahan seperti jeans, kaos, sprei, taplak meja, dan selimut.

Selain itu, warga binaan juga diajari cara mengatasi noda dan bau badan pada pakaian. Diharapkan bahwa dengan pengetahuan ini, warga binaan dapat memberikan layanan laundry yang baik dan memuaskan kepada pelanggan.

--page

Sri Astiana menyatakan bahwa Lapas Perempuan Palangka Raya berkomitmen untuk memberikan pelatihan keterampilan yang dapat membantu para perempuan binaan dalam memulai usaha mandiri.

Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian keluarga para warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

"Dengan adanya program pembinaan keterampilan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan warga binaan untuk memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang usaha di masa depan," pungkasnya. (PATHUR/j)