BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta atau AKPY STIPER, Dr Idum Satia Santi mengharapkan agar para petani kelapa sawit dari Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur yang telah mendapatkan pelatihan di bulan Juni 2024 ini dapat menjadi pionir Petani Sawit Naik Kelas di Kalteng.
"Pertama kalinya di tahun 2024 ini untuk Kalimantan Tengah, kita telah memberikan pelatihan kepada 165 petani sawit dari dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur," kata Idum kepada Borneonews pada Jumat, 28 Juni 2024.
Menurut Idum, kegiatan pelatihan yang diselenggarakan AKPY dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian ini, telah dilaksanakan dua kali di Kalimantan Tengah, namun untuk tahun 2024 ini, baru di bulan Juni.
"Kegiatan ini dilaksanakan cukup lama yakni selama lima hari. Selain dilaksanakan pemberian materi di salah satu hotel di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, peserta juga kita ajak untuk langsung ke lapangan untuk praktik," jelasnya.
Secara teknis, Idum menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan terbagi menjadi empat modul atau tema yaitu panen dan pascapanen, serta modul sarana dan prasarana. Kegiatan diikuti oleh peserta dari Kabupaten Pulang Pisau. Sedangkan modul atau tema teknis budi daya kelapa sawit dan teknis pemetaan perkebunan kelapa sawit diikuti oleh peserta dari Kabupaten Kotawaringin Timur.
--page
"Semua materi disampaikan oleh instruktur profesional di bidangnya, sehingga kita berharap usai kegiatan tersebut para petani bisa menularkan ilmunya kepada rekan, kerabat, sesama petani sawit yang ada di daerahnya masing-masing," harap Idum. (TESTI PRISCILLA/Y)









