BORNEONEWS, Sampit - Dua wanita muda menipu pedagang emas di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan menjual kalung tembaga berlapis emas alias emas palsu.
Keterangan pemilik toko, Fika, awalnya kedua pelaku menawarkan perhiasan kalung seberat 20 gram itu ke sejumlah toko emas di PPM Sampit. Namun, beberapa toko menolak karena harga yang ditawarkan tidak sesuai.
"Dia ke toko saya tidak curiga, karena yang dia bawa kalung lengkap dengan notanya. Lalu transaksi dan saya bayar senilai Rp15 juta," kata Fika korban penipuan, Senin, 1 Juli 2024.
Namun, setelah diperiksa ternya kalung yang dibeli dari kedua wanita muda itu tenyata palsu. Kalung tersebut terbuat dari tembaga yang dilapisi emas beberapa karat, sehingga mirip dengan emas asli.
"Ketika saya bawa ketempat peleburan emas ternyata itu palsu. Disitulah saya merasa tertipu sementara pelaku sudah kabur," jelasnya.
--page
Akhirnya, korban meleporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Wajah kedua pelaku terekam kamera pengawas atau CCTV di salah satu toko yang sempat mereka sambangi.
"Toko saya memang tidak ada CCTV nya. Tapi dia sempat menawarkan di tempat adik sepupu saya nah disitu tampak wajahnya dari kamre. Sudah saya laporkan ke polisi," tandasnya. (BUDDI RAHMAT H/j)









