BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tiket kapal pelayaran nasional Indonesia (Pelni) keberangkatan bulan Juli 2016 rute Pangkalan Bun - Semarang, ternyata sudah habis diborong agen tiket.


"Saya mau beli tiket ke loket Pelni, kata pegawainya tiket untuk tanggal 3 sudah habis," ujar calon penumpang bernama Fransisca, 34, kepada Borneonews. Kamis (9/6/2016).


Saat ingin meninggalkan kantor Pelni, lanjut Fransisca, ia bertemu dengan salah satu kenalannya dan disarankan untuk menghubungi seseorang berinisial YN. Dari komunikasi perponsel, Ia mengaku ditawari tiket kapal Pelni yang dicarinya.


"Saya perlu 60 tiket dan dia bersedia untuk membantu mendapatkannya. Tentu harganya sedikit lebih tinggi dengan harga sebenarnya," ujar Fransisca.


Bahkan, kata Fransisca, YN memiliki teman sesama agen yang mendapatkan 100 tiket kapal Pelni keberangkatan tanggal 3 Juli 2016 rute Pangkalan Bun - Semarang. Meski demikian, ia belum berani menentukan berapa harganya.


"Ada teman saya kemarin dapat 100 tiket, siapa tau mau bagi-bagi. Harganya nanti saya informasikan lagi," kata Fransisca menirukan ucapan YN.


Lebih mencengangkan lagi, 100 tiket yang diperoleh itu diduga belum tercantum identitas diri penumpang. Terkait bagaimana dia mendapatkannya masih belum jelas.


"Saya diminta kartu identitas 60 calon penumpang untuk menyesuaikan nama di dalam tiket. Kalau kesulitan cukup mencatat nama dan umurnya. Mungkin tiketnya masih belum ada identitas penumpangnya," ujar Fransisca.


Sementara, agen tiket lain berinisial DS mengaku mampu menyediakan lima tiket sekali beli dan berjanji akan menyediakan lima tiket lagi berikutnya. Namun, dalam tiket tersebut sudah tertera identitas.


"Kalau sekarang saya memiliki lima tiket, nanti coba saya tanyakan lagi ke teman saya yang lain," ujarnya.


Meski identitas yang tercantum pada tiket kapal dengan calon penumpang berbeda, ia menjamin tidak akan bermasalah saat pemeriksaan.


"Tidak apa-apa, biasanya juga seperti itu," ucapnya menyakinkan.


Informasi dari PT Pelni Pangkalan Bun, Penjualan tiket penumpang kapal untuk KM Kelimutu rute Kumai - Semarang 3 Juli 2016 habis, Di tanggal yang sama dengan rute Pangkalan Bun - Surabaya, KM AWU juga habis terjual. Sementara untuk tanggal 4 Juli 2016 KM Lawit jurusan Kumai - Semarang juga ludes terjual.


Terpisah, Kepala PT Pelni Pangkalan Bun, Yursal membantah keras jika pihaknya 'bermain mata' dengan sejumlah agen tiket. Ia mengaku hanya menjual tiket sesuai aturan berlaku, salah satunya, calon penumpang saat membeli tiket kapal harus menunjukkan data identitas diri.


Saat mendapat informasi adanya pihak yang memperoleh tiket tanpa identitas dalam jumlah besar, Yursal tetap bersikukuh jika itu bukan mitra PT Pelni. Pihaknya hanya mengaku travel sebagai mitra, bukan agen seperti yang disebutkan.


"Kalau ada agen atau pihak manapun yang bisa memperoleh tiket tanpa identitas diri, catat dan laporkan. Apalagi dalam jumlah besar," ucap Yursal dengan nada tinggi.


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31/2003 yang menegaskan, setiap penumpang harus memiliki tiket sesuai dengan identitas diri, sehingga salah satu manfaat yang bisa diperoleh penumpang adalah bila terjadi musibah ada hak asuransi.


Jadi, imbuh Yursal, meskipun dia (penumpang) betul-betul membeli tiket, tapi tidak sesuai identitas dirinya yang sah, maka hak asuransinya tidak akan diperolehnya.


"Makanya inilah yang kita tidak inginkan," tandasnya. (CR-1/*)