SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit melakukan pemeriksaan (Screening) kesehatan untuk mengantisipasi risiko penyebaran penyakit HIV/AIDS dan TBC.

"Ini merupakan salah satu dari wujud kepedulian kami terhadap kesehatan Warga Binaan. Dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman," kata Kepala Lapas Sampit, Meldy Putera, Jumat, 5 Juni 2024.

Skrining kesehatan tersebut merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Puskesmas Ketapang II dengan Lapas Sampit.

Tim tenaga kesehatan Puskesmas Ketapang II dibantu tenaga perawat kesehatan dari klinik Pratama Lapas Sampit melakukan skrining pengambilan sampel darah terhadap masing-masing warga binaan.

Skrining tersebut dilaksanakan rutin untuk deteksi dini HIV/AIDS dan TBC serta memberikan perawatan yang tepat bagi warga binaan yang terinfeksi.

--page

"Ada beberapa kelompok yang perlu mendapatkannya, mulai dari orang dengan riwayat kontak langsung dengan penderita dan orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk salah satunya yaitu di dalam Lapas," ujar Meldy.

Adapun skrining tersebut dilakukan terhadap 50 warga binaan Lapas Sampit. Meldy berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan Warga Binaan. (DEWI PATMALASARI/Y)