BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Erlin Hardi, mengharapkan seluruh elemen desa, termasuk pemerintah desa, tim penggerak PKK, BPD, dan unsur terkait di desa, untuk berperan lebih aktif dalam program penanganan stunting.
Hal ini disampaikan dalam rangka memaksimalkan program intervensi serentak penanganan stunting di Kabupaten Kapuas. Sebelumnya juga hal ini telah ia sampaikan saat pengukuhan perpanjangan masa jabatan BPD se kabupaten.
"Harapannya pemerintah desa, tim penggerak PKK desa, dan unsur terkait di desa agar berperan ekstra aktif untuk memastikan program 10 pasti, dapat berjalan efektif di desa masing-masing," katanya, Minggu, 7 Juli 2024.
Dia menekankan pentingnya keikutsertaan aktif dari setiap elemen masyarakat desa karena berdasarkan data yang dihimpun oleh perangkat daerah terkait, sampai saat ini baru 40,96 persen balita yang diukur.
Dari jumlah tersebut, 38,28 persen balita ditemukan bermasalah gizi, dan baru 2,55 persen balita yang mendapat intervensi.
--page
"Oleh karena itu, saya minta kepada perangkat daerah terkait dan pemerintah kecamatan untuk memaksimalkan langkah-langkah strategis, membuat inovasi dan terobosan, agar pelaksanaan program intervensi serentak melalui program 10 pasti khususnya di Kabupaten Kapuas dapat berjalan maksimal," ujarnya.
Program 10 pasti yang dimaksud mencakup berbagai langkah dan strategi yang dirancang untuk menanggulangi stunting, dengan harapan bisa memberikan dampak positif dan signifikan bagi perkembangan dan kesehatan anak-anak. (DODI/H)









