BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Wagub Kalteng) Habib Said Ismail mengingatkan semua pihak agar tetap waspada dari bencana kabut asap akibat kebakaran hutan, lahan dan kebun (Karhutla). Kejadian pada 2015 harus dijadikan pelajaran, pekatnya kabut asap telah menyisakan kepedihan semua elemen.
“Jangan sampai terulang kembali pada 2016 dan seterusnya sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo pada rapat koordinasi 18 Januari 2016 di Istana Negara,” ungkap Wagub Kalteng Habib Said Ismail, usai memimpin apel siaga Karhutla 2016 di halaman kantor Gubernur, Palangka Raya, Jumat (10/6/2016).
Pada 2015 Kalteng seakan tidak berdaya menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap pekat berkepanjangan. Suatu fakta pula bahwa pada 2015 berdampak kerugian ekonomi, sosial, keamanan, hingga hubungan dengan luar negeri.
Antara lain pertumbuhan ekonomi terkoreksi hingga 0,2% dari perhitungn, dua bulan bandara Tjilik Riwut ditutup dan tidak bisa beroperasi, sekolah diliburkan, penyakit ISPA dan Diare merajalela menyerang warga Kalteng.
“Kita menghendaki semua pihak terkait baik itu bidang perkebunan, kehutanan dan lainnya untuk bisa dari awal mengantisipasi, karena mencegah lebih baik daripada menangani, menanggulangi kebakaran lebih utama daripada memadamkan,” tekan Wagub.
Kordinasi antara pihak Pemprov Kalteng dengan kabupaten/kota adalah mutlak dilakukan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla. Wagub minta mereka aktif, sebab menjadi garda terdepan penanganan Karhutla di lapangan atau tapak. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








