BORNEONEWS, Palangka Raya - Generasi Z (milenial) menilai Faridawaty Darlan Atjeh sebagai figur berpengaruh dalam Pilkada Kalimantan Tengah (Kalteng). Yang juga mewakili perempuan sebagai pemimpin daerah.
Faridawaty dikenal luas di Kalteng berkat perannya sebagai Ketua KPU Kalteng dan Wakil Ketua DPRD Kalteng. Serta menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, dibawah komando Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Keberhasilan dan popularitasnya di kalangan masyarakat membuatnya disegani, terutama karena dia sering turun langsung mendengarkan dan memahami keluh kesah masyarakat. Terutama, didaerah yang pernah dijajaki beliau.
Gen Z, yang menjadi kelompok pemilih baru, memiliki karakteristik unik dalam pandangan politik mereka. Karena cenderung memilih pemimpin yang melek digital, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan tidak memiliki catatan korupsi.
Hal ini diutarakan oleh, salah seorang pemuda Palangka Raya Permutih Imam Bazar. Ia berucap, saat ini banyak bakal calon (bacalon) kepala daerah mulai dari gubernur, wakil gubernur, walikota, wakil walikota, bupati, wakil bupati berusaha untuk mendapatkan surat rekomendasi dari sejumlah partai, termasuk DPW Partai NasDem.
--page
Hal ini terlihat dari postingan media sosial, media cetak maupun elektronik yang mempublikasikannya, bahwa banyak bacalon ternama mengikuti tahap penjaringan dan lainnya di kantor DPW NasDem Kalteng.
melihat dari hal itu, peran aktif seorang Faridawaty di berbagai platform media sosial serta pendekatan langsung ke masyarakat, membantu memperkuat pengaruhnya di kalangan pemilih muda ini, yang mengutamakan konten visual dan interaksi visual.
"Saya menilai keberadaan ibu Faridawaty sebagai seorang tokoh perempuan di posisi kepemimpinan partai politik di Kalimantan Tengah memberikan contoh yang kuat tentang inklusivitas dan kesetaraan gender dalam politik, ditambah lagi partai Nasdem yang dikomandoi beliau di Kalteng mendulang suara yang cukup besar, makanya tidak heran kalau banyak kabar bacalon kepala daerah berebut surat rekomendasi melalui komunikasi politik ke beliau," katanya, saat dikonfirmasi Borneonews, Selasa, 16 Juli 2024.
Tambahnya, olehnya itu peran Faridawaty sebagai tokoh perempuan dan sebagai ketua partai politik memiliki potensi besar untuk mengubah dinamika politik lokal, menguatkan representasi gender, dan meningkatkan kesadaran akan isu-isu perempuan dalam konteks pilkada maupun pemilihan umum lainnya.
Hal ini juga ditambahkan oleh pemudi lainnya yang bernamas Sari, ia menyebut kehadiran perempuan dalam politik pada umumnya membawa perspektif yang lebih inklusif dan beragam, terutama dalam isu-isu seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan anak.
--page
"Ibu Faridawaty membawa peran perempuan dalam politik telah mengalami peningkatan signifikan yang saya lihat saat menjabat sebagai Ketua DPW NasDem, memiliki kemampuan dalam memimpin dan berperan dalam politik Kalteng ini, untuk kemajuan daerah," tandasnya. (MARINI/H)









