KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ekspos Akhir Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 5 Pilar Kabupaten Kapuas tahun 2025 - 2050 telah dilaksanakan, bertempat di Aula Bappelitbangda Kapuas.

Kepala Dinas P3APPKB Kapuas, dr.Tri Setyautami mengatakan pihaknya bersama Bappelitbangda Kapuas selaku Pokja dan melibatkan seluruh perangkat daerah lingkup Pemkab Kapuas dengan tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat menyusun dokumen GDPK 5 Pilar.

"Sebelumnya ini baru satu pilar kita melaksanakannnya, dan alhamdulillah tahun ini (2024) kita sudah menyusun 5 pilar dokumen GDPK untuk merumuskan perencanaan pembangunan kependudukan untuk jangka waktu 25 tahun itu dijabarkan setiap lima tahun," katanya, Senin, 22 Juli 2024.

Berisi isu penting kependudukan saat ini, kondisi kependudukan yang diinginkan, program kependudukan, serta roadmap (peta jalan) pembangunan kependudukan.

"Ini bukan hanya sekadar dokumen, tetapi ini merupakan bahan atau pegangan untuk bagaimana melihat 25 tahun ke depan bagaimana kondisi penduduk di Kabupaten Kapuas," ujarnya. 

--page

Ia mengatakan, GDPK memuat lima strategi pembangunan kependudukan yaitu pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pengarahan mobilitas penduduk, pembangunan keluarga dan pengembangan data base kependudukan.

"Karena penduduk inikan inflikasinya kepada perencanaan pembangunan, aspek kuantitasnya aspek kualitasnya, kemudian aspek pembangunan keluarga, aspek migrasi atau sebaran penduduk dan aspek admisntarsi kependudukan," ucapnya.

Dengan melihat ke belekang kemudian memproyeksikan ke depan sehingga tantangan-tantangan dinamika kependudukan ini bisa dijawab.

Telah disusunnya GDPK 5 pilar diharapkan dapat memperbaiki komitmen Pemkab Kapuas terhadap prioritas pembangunan kependudukan, sekaligus mampu meningkatkan kepedulian para pengampu kebijakan keterkaitan antara isu kependudukan dengan pembangunan.

"Sebagai suatu kesatuan yang saling terintegrasi dan bersinergi dalam setiap langkah dan capaiannya," pungkasnya. (DODI/j)