BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, mengingatkan semua pihak di wilayah Kabupaten Seruyan untuk bersiap dalam upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau, jadi pemerintah daerah bersama stakeholder terkait sudah mulai menyiapkan diri untuk melakukan berbagai langkah mengantisipasi karhutla,” katanya, Selasa, 23 Juli 2024.
Salah satu langkah yang diambil, Pemkab Seruyan telah menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan jangka waktu hingga 120 hari ke depan.
"Penetapan status ini dilakukan dalam rangka antisipasi dini dan persiapan darurat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Seruyan," ungkapnya.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di wilayah Seruyan terdapat potensi merah, yang mengindikasikan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan yang harus diantisipasi sejak dini.
--page
“Di peta kita sudah ada tanda merah. Ini artinya mudah terbakar. Jadi kita sudah melakukan rapat koordinasi membahas kesiapan, termasuk menyiapkan regulasi yang diperlukan untuk penanganan Karhutla,” tambahnya.
Pemkab Seruyan mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan demi menjaga kelestarian lingkungan. (FAHRUL/Y)









