BORNEONEWS, Sampit - Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu upaya mengendalikan inflasi dan menyediakan bahan pangan murah untuk masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan kedua kalinya di tahun 2024 dan telah kita jadwalkan dimulai dari Februari berakhir di Desember totalnya ada 35 kegiatan dalam satu tahun. Sementara yang sudah dilakukan 18 kegiatan tersebar di 17 kecamatan," kata Kepala DPKP Kotim Sepnita, rabu, 24 Juli 2024.
Kegiatan tersebut digelar di Taman Kota Sampit dengan menjual 8 komoditas pangan yaitu beras premium Rp60 ribu/5 kg, beras SPHP Rp62 ribu/5 kg, bawang merah Rp22 ribu/kg, bawang putih Rp35 ribu/kg, gula pasir Rp16 ribu/kg, minyak goreng fortune Rp16 ribu/liter, telur ayam ras Rp55 ribu/tray, telur itik Rp45 ribu/15 biji, serta aneka sayuran dan frozen food.
Gerakan Pangan Murah yang mulai digelar pukul 09.00 WIB tersebut pun disambut antusias masyarakat hingga kurang dari satu jam bahan pangan nyaris ludes terjual.
"Target kita menyiapkan pangan murah bagi masyarakat dan Kotim menjdai salah satu pantauan inflasi sehingga kita berusaha mengendalikan itu," ujarnya.
--page
Adapun inflasi pada Juni 2024 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 2,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,66. Inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,51 persen dengan IHK sebesar 105,98.
"Tapi kalau untuk month to month kita deflasi untuk Juni. Deflasi artinya stabil harga-harga komoditi," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









