BORNEONEWS, Kasongan - Seekor anak buaya sepanjang hampir 1,5 meter yang ditangkap oleh Nur Hidayat seorang nelayan di Kota Kasongan ternyata bukan binatang liar, melainkan binatang peliharaan.

Anak buaya itu diduga lepas dari kandang milik Samuel warga Jalan Tumbang Liting, Kelurahan Kasongan Baru, Kecamatan Katingan Hilir lantaran kolam penampungan buaya miliknya kepenuhan air akibat hujan deras.

Samuel memastikan jika anak buaya yang ditangkap Nur Hidayat itu tidaklah berbahaya. Sehingga isu yang mengatakan jika sang induk buaya bakal lebih sensitif terhadap keberadaan manusia tidaklah tepat.

"Karena semua orang takut beraktivitas disungai karena isu induk buaya tersebut, maka saya ingin klarifikasi bahwa buaya itu cukup jinak dan tidak memiliki induk. Karena induknya ya saya ini," tuturnya, Selasa (14/6/2016).

Sejak awal, akunya, Nur Hidayat sudah mengetahui jika buaya yang ditangkapnya itu merupakan peliharaannya yang lepas. Hal itu juga dibenarkan oleh sejumlah warga sekitar.

Namun saat dirinya meminta kembali anak buaya dari genggaman Nur Hidayat, ia mengaku kaget sekaligus kesal. Lantaran yang bersangkutan malah meminta sejumlah uang karena berhasil menangkap anak buaya tersebut. Padahal sejak awal ia sudah mempunyai iktikat baik untuk memberi uang sekitar Rp200 ribu kepada Nur Hidayat lantaran membantu menangkap dan mengamankan anak buaya tersebut.

"Masa dia minta uang Rp2,5 juta. Alasannya karena ada enam orang laim yang ikut membantunya menangkap anak buaya itu. Katanya sebagai uang lelah," kesalnya.

Tidak ingin menjadi sasaran aji mumpung, Samuel lantas mengancam bakal melaporkan Nur Hidayat kepada pihak Kepolisian dan instansi terkait aapabila berani menjual anak buaya tersebut. "Ya saya tidak maulah bayar, dia sendiri saja tahu kalau itu buaya milik saya. Toh kenapa tetap ngotot minta bayaran," tuturnya.

Menurut Samuel, anak buaya tersebut bernama Croco dan sudah setahun terakhir dipelihara dengan makanan kepala ayam. Buaya itu didapat dari seorang warga di Desa Hampalit. Saat itu kondisinya cukup memprihatinkan lantaran terkurung dalam kandang sempit dan terikat. Karena tidak tega melihat kondisi itu, dirinya lantas mengambil buaya itu untuk dipelihara di halaman rumahnya bersama binatang lainnya.

"Saya senang dengan binatang, makanya ada monyet, kalkun, angsa, kura-kura bahkan buaya di sini. Sebagian bahkan sudah saya serahkan kepada organisasi BOS. Tujuan saya memelihara berbagai binatang ini untuk dasar pendidikan, karena sering anak-anak kecil TK atau SD datang untuk melihat dan menggambar," ungkapnya. (HAIRUL SALEH/m)