BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas menggelar apel gelar pasukan dan sarana prasarana mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat yang dilaksanakan di halaman kantor bupati, Senin, 5 Agustus 2024.
"Saya ingin mengapresiasi seluruh personel yang telah siap siaga dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan," ujar Herson, Senin, 5 Agustus 2024.
Kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak buruk kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Gunung Mas.
Dalam kesempatan tersebut, Herson mengatakan bahwa apel yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus bisa menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi dan mengantisipasi potensi eskalasi kejadian dan dampak dari karhutla yang diprediksi akan terjadi dalam minggu-minggu ke depan hingga akhir September nanti.
Kemudian, Herson meminta kepada semua pihak terkait baik TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan lainnya termasuk masyarakat harus saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik.
--page
Selanjutnya, dia menekankan adanya upaya pencegahan dengan melakukan patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat dan pengawasan pada titik-titik yang rawan terjadi kebakaran.
Jika terjadi kebakaran, kata Herson, perlu penanggulangan dengan cepat dan tepat serta pastikan semua peralatan dan personel siap digunakan kapan saja.
"Selain itu, selalu utamakan keselamatan personel di lapangan. Ikuti prosedur dan protokol yang telah ditetapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tukasnya.
Kemudian Herson menyampaikan bahwa titik panas di Kabupaten Gunung Mas dalam tujuh bulan terakhir menunjukkan jumlah hingga 136 titik panas dengan luas terbakar 68 hektare. (RISKA YULYANA/j)









