BORNEONEWS, Lamandau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau dan Politeknik Negeri Jember (Polije) secara resmi melakukan kerja sama pengurusan izin pendirian dan pengembangan Politeknik Lamandau.


Dimulainya kerja sama Pemkab Lamandau dengan Polije tersebut, ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Lamandau,  Marukan dan Direktur Polije, Nanang Dwi Wahyono, Senin (13/6/2016), di Politeknik Jember, Jawa Timur. Turut hadir Ketua DPRD Lamandau, H. Tommy Hermal Ibrahim.


Ketua Yayasan Lantang Torang, yang menaungi Politeknik Lamandau, H. Masrun mengemukakan hal tersebut kepada Borneonews, Rabu (15/6/2016).


Masrun menjelaskan, pada dasarnya kerjasama dengan Polije dapat terwujud atas kemauan dan kesungguhan kuat dari segenap pihak di Lamandau. Termasuk, Bupati Lamandau, Marukan, yang sangat peduli terhadap pendidikan dan pertanian, mengingat yang bersangkutan merupakan kepala daerah yang mulanya merupakan akademisi sebelum masuk di Jabatan kepemerintahan.


"Dihadapan pimpinan Polije, Bupati menyampaikan baik pemerintah maupun masyarakat di Lamandau sudah sangat berkeinginan terbangunnya Politeknik di Lamandau. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya dana hibah tiap tahun kepada Yayasan lantang Torang untuk pembangunan kantor, 2 buah Lab. dan perpustakaan," sebutnya.


Bupati Lamandau mengusulkan adanya jurusan Prodi Kelapa sawit dan Prodi Hutan tanaman industri.


Direktur Polije Nanang Dwi Wahyono menyanggupi keinginan Bupati Lamandau agar izin pendirian Politeknik Lamandau bisa selesai pada 2017. Direktur Polije berharap politeknik yang didirikan nantinya bukan perguruan tinggi kacangan tetapi yang bagus sekalian yang bisa bersaing dengan PT Negeri. (HENDI NURFALAH/N).