BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran atau BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Ahmad Gazali, mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla memasuki musim kemarau.
Imbauan itu disampaikan Gazali saat BPBD Damkar mengisi hiburan dan edukasi pada panggung kreasi Bartim Expo 2024, Kamis, 8 Agustus 2024.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Barito Timur kiranya selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya Karhutla. Berdasarkan prediksi dari BMKG, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus," ucapnya.
Berikutnya, Gazali juga menyampaikan bahwa pihaknya mendapat instruksi dari pemerintah provinsi maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB agar BPBD Damkar mengamankan serta memastikan tidak terjadi kabut asap jelang peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia.
"Karena nanti upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan di IKN (Ibu Kota Nusantara)," terangnya.
--page
Sesuai prakiraan musim kemarau 2024 dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Kabupaten Barito Timur mulai memasuki musim kemarau pada Dasarian I (tanggal 1-10) bulan Agustus.
"Awal musim kemarau di Barito Timur diprediksi terjadi pada Dasarian I, kemudian tahun ini Barito Timur akan mengalami musim kemarau dengan panjang musim antara 7-9 dasarian atau sekitar 2-3 bulan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu Eko Bambang Minarto pada Jumat, 2 Agustus 2024.
Kemudian berdasarkan peta perbandingan prakiraan awal musim kemarau Barito Timur 2024 terhadap rata-rata musim kemarau sepanjang tahun 1991-2020, kemarau kali ini mengalami kemunduran kurang lebih tiga dasarian atau satu bulan.
Dengan perbandingan pada jangka waktu yang sama, kemarau tahun 2024 di Barito Timur berada di atas normal dengan puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada bulan Agustus.
Memasuki musim kemarau kali ini, Eko Bambang Minarto mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat Barito Timur agar lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau.
--page
"Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan serta kekurangan sumber air yang mungkin terjadi selama musim kemarau," pesannya.
Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu juga masyarakat Barito Timur mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan atau benda-benda yang mudah terbakar agar terhindar dari kebakaran hutan maupun lahan (Karhutla).
Dia menyebut potensi Karhutla di Barito Timur selama Agustus cukup tinggi karena bertepatan dengan puncak musim kemarau.
"Kami mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat agar selalu memperbaharui informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG melalui berbagai media diseminasi BMKG," pesannya. (BOLE MALO/j)









