PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dokter Hewan atau drh Eko Hari Yuwono menyebut bahwa tingkat kematian akibat penyakit rabies mencapai 100 persen karena memang belum ada obatnya.

"Tingkat kematian akibat penyakit rabies ini memang mencapai 100 persen jika tidak langsung ditangani," kata Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kalampangan, Kota Palangka Raya ini pada Sabtu, 10 Agustus 2024.

Hewan utama pembawa virus rabies, kata Eko, ialah kelelawar, rakun, dan tikus. Namun selain itu, hewan peliharaan juga dapat terkena rabies seperti anjing dan kucing.

"Rabies itu menyebabkan kematian lebih dari 50.000 manusia dan jutaan hewan di seluruh dunia," tutur Eko lagi.

Eko menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri anjing dan kucing yang terinfeksi rabies agar dapat menghindar dari hewan yang memiliki ciri tersebut.

--page

"Cirinya yakni terjadi perubahan perilaku yang sangat ekstrem, seperti selalu gelisah, tidak bisa diam, ketakutan,.lebih sensitif dan mudah marah, terlihat kesakitan, demam, sering menggigiti benda-benda, sering menyerang hewan lain, mengalami kelumpuhan kaki belakang, tidak nafsu makan, kejang, dan mengeluarkan air liur yang berbuih," jelas Eko lagi. (TESTI PRISCILLA/j)