BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar ajang perlombaan di Festival Pantun Seloka dan Sejarah Kesultanan Tingkat SD, SMP dan SMP Tahun 2024 di Aula Istana Kuning Pangkalan Bun.
Perlombaan dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Kobar diwakili Asisten Administrasi Umum, Syahruddin pada saat kegiatan sosialisasi Sejarah Kesultanan Kutawaringin yang diikuti 64 pelajar berbagai sekolah se-Kabupaten Kobar, belum lama tadi.
Kemudian, dilanjutkan dengan Festival Pantun Seloka dan Sejarah Kesultanan yang diikuti sebanyak 69 pelajar mulai tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Kobar mulai 8 - 10 Agustus 2024 yang saat ini sedang berlangsung di Istana Kuning.
Setelahnya, akan dilanjutkan dengan Festival Sejarah Kesultanan pada 14 Agustus 2024 mendatang yang diikuti pula peserta dari pelajar yang telah terdaftar sebelumnya.
Syahruddin menekankan sejarah akan berdirinya Bumi Marunting Batu Aji yang ditinggali masyarakat saat ini sangatlah penting untuk diketahui bagi generasi penerus khususnya bagi pelajar yang sedang menempuh pendidikan dini.
--page
“Saya berharap para siswa dan masyarakat untuk dapat memahami identitas, asal usul, jati diri dan kepribadian bangsa melalui peristiwa sejarah serta membangun kesadaran historis tentang kesejarahan kesultanan di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya, baru-baru ini.
Selanjutnya, Plt Kepala Disdikbud Kobar melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Alamsyah, menyampaikan saat ini pihaknya sedang memperbaharui penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).
"PPKD ini isinya merupakan hal-hal penting dan subtansi terkait kebudayaan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya, Sabtu, 10 Agustus 2024.
Maka, diharapkan para pelajar, generasi milenial maupun generasi z dapat memahami sejarah Kesultanan Kutawaringin dan melestarikan budaya lokal yang salah satunya yaitu berseloka (berpantun). (NURITA/j)









