BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar kegiatan yang bertujuan untuk memelihara dan melestarikan budaya lokal di Kabupaten Kobar.
Setelah sebelumnya menghadirkan Festival Pantun Seloka, kini dilanjutkan dengan Festival Sejarah Kesultanan yang diikuti sebanyak 69 pelajar dari berbagai sekolah se-Kabupaten Kobar dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Menghadirkan ketiga juri dari keluarga kesultanan hingga ahli di bidangnya, yaitu Gusti M. Muhani Yudilah, Agus Tadi Saputra, dan Gusti Muhammad Nasar Halil yang dilaksanakan mulai pada 12 - 14 Agustus 2024 di Aula Istana Kuning.
Plt Kepala Disdikbud Jamri melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Alamsyah menyampaikan, sejarah maupun kebudayaan lokal haruslah diberikan kepada anak-anak sejak dini.
Untuk itu, pihaknya bersama Kesultanan Kutawaringin bekerjasama memberikan edukasi wawasan sejarah kerajaan Kotawaringin Barat kepada anak-anak sekolah dari berbagai tingkat.
--page
"Setelah mereka mengikuti ajang lomba pantun seloka yang berisi kesultanan, sekarang anak-anak mengikuti perlombaan bercerita tentang sejarah kesultanan, sehingga anak-anak bisa lebih memahami lebih dalam sejarah berdirinya Kesultanan Kutawaringin di Pangkalan Bun," ujarnya, Selasa, 13 Agustus 2024.
Tak hanya itu, ia berharap para pelajar tidak hanya mengetahui sejarah Kerajaan Kutawaringin saja, melainkan dapat sekaligus memperkuat karakter dan mentalitas generasi muda sebagai penerus bangsa khususnya di Kabupaten Kobar. (NURITA/j)









