PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sudah hampir satu bulan pedagang bendera dan umbul - umbul khas kemerdekaan menjamur di dalam Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Namun, menjelang dua hari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 79, tahun 2024, penjualan belum sesuai harapan.

Abdul Basit salah satunya, pedagang bendera di Jalan Iskandar, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan Indra Pura Pangkalan Bun, mengaku dagangannya tak selaris dulu. Ia mengeluhkan omsetnya turun di tahun ini.

"Saya jualan sejak 15 Juli 2024, dan sampai kurang 2 hari 17 Agustus ini aja belum balik modalnya. Merosot jauh sekarang penjualannya. Kalau dulu, bisalah dapatlah 7 jutaan sisa dari modal," ujar Abdul Basit, saat dibincangi pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Pria asal Garut, Jawa Barat, yang berjualan bendera sejak tahun 2020 ini mengaku, jika hanya di tahun ini penjualan menurun. 

"Saya buka dari pagi pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, belun ada penglaris. Sampai bingung sekarang ini. Hampir semua jualan kondisinya sama, ga kaya dulu," tuturnya.

Ia tidak tau pasti apa penyebabnya. Kemungkinan, karena semakin banyak pedagang yang berjualan bendera di pinggir jalan. Ataukah memang kondisi ekonomi masyarakat. Atau bahkan, kurangnya imbauan yang tegas untuk memasang bendera.

"Memang saat ini banyak yang jualan bendera. Bisa jadi omset menurun karena itu. Tapi ga tau juga. Atau bisa jadi kurangnya imbauan yang mewajibkan pasang bendera," tuturnya.

Untuk harga bendera ia jual mulai harga Rp 5 ribu, bendera untuk di motor, kemudian untuk ukuran sedang Rp 25 ribu sampai yang besar Rp 85 ribu.

Background harganya mulai dari Rp 250 ribu panjangnya 8 meter. Umbul - umbul sedang Rp 35 ribu. Kalau besar Rp 50 ribu per pcs. (DANANG/H)