BORNEONEWS-Kumai - Musibah menimpa Kapal motor (KM) Nusantara Dolphin-I 585 GT rute Gersik (Jatim) - Kumai (Kotawaringin Barat).  Kapal jenis kargo dengan jumlah kri 14 orang, kapten dan anak buah kapal (ABK) itu, diketahui bermuatan 850 ton pupuk. Kapal tenggelam setelah dihantam ombak setinggi 3 meter di lautan Tanjung Puting, Sabtu (18/6) malam.

Diketahui, seorang ABK bernama Anang Sahroni (38), ditemukan mengapung oleh seorang nelayan, Samsul, warga RT 06, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawawringin Barat. Lantas Samsul membawa korban yang dalam kondisi lemah itu ke Desa Kubu dan langsung dibawa menuju ke Puskesmas Kumai.

Tak lama berselang, sepuluh korban selamat lainnya ditemukan nelayan yang berbeda di sekitar laut Sungai Cabang, Kecamatan Kumai.

"Pukul 01.00 siang saya selesai mencari ikan di laut, kemudian  melihat 10 orang yang mengapung menggunakan baju pelampung. Semuanya keadaan hidup tapi kondisinya lemas," kata Agus Sahridin (38) nelayan, warga Kubu yang biasa  mencari ikan menggunakan kelotok.

Danpos Lanal Kumai Letda J Arifin menerangkan, korban yang selamat beruntung menggunakann pelampung dan sekitar 17 jam di laut. Pihaknya, dikarenakan kondisi cuaca ektrem meminta bantuan kapal kesatuan penjagaan laut dan pantai (KPLP) Kumai, untuk membawa jenazah 1 ABK yang ditemukan oleh nelayan Kumai dan tiba di pelabuhan tempat pendaratan ikan (TPI) Kumai, pukul 16.30 WIB. (CP/*)