BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua kru kapal KM Nusantara Dolphin 1 yang belum ditemukan diduga masih berada di dalam kamar kru kapal.
Dua kru itu yakni bagian Mualim 2 M.Fauzi (45 tahun) dan Operator Oiler Catur Prasetyo, (34) diperkirakan masih terjebak di dalam kapal yang ikut karam ke dasar laut sedalam 11 meter.
"Yang saya tahu saat di kapal, dua orang kru masih berada di dalam kamar kapal," kata Nahkoda KM Nusantara Dolphin 1, Jago Santoso Wibowo (26) di Kantor KSOP Kumai, Senin (20/6/2016)
Lebih lanjut, ia mengatakan, kejadian terbaliknya kapal yang dinahkodainya begitu cepat. Dalam hitungan detik, kapal yang tengah diguyur hujan lebat dengan terjangan badai setinggi tiga meter lebih tiba-tiba miring ke kanan haluan utara dan langsung terbalik. Ia dan sejumlah kru kapal lainnya menyelamatkan diri dengan berpegangan ke lambung kapal yang sudah terbalik dan mulai tenggelam.
"Kami tidak berpikir apa-apa lagi. Yang penting menyelamatkan diri," jelas dia.
Ketika kapal mulai dihantam badai, seluruh kru yang berkumpul saling berpegangan tangan dengan menyimpulkan tangan mereka satu sama lain.
"Kejadiannya begitu cepat, kami tak ingat lagi karena kondisi di atas kapal sudah seperti dalam film kecelakaan kapal di film-film. Hujan, angin kencang, petir, gelap, badai besar," ujarnya.
Sementara itu, satu kru kapal Jurumudi, M Romzi, 23, nampak trauma berat. Seorang anggota TNI AL mengajaknya untuk menunjukan lokasi kapal karam. Spontan, M. Romzi menolak dengan menggeleng-gelengkan kepala. "Nggak, Pak. Saya masih takut," kata dia usai dirawat luka di dahi dan tangannya di RSR Semanggang.
Sementara itu, Danposlanal Kumai, Letda J Arifin belum bisa memastikan keberadaan dua kru kapal yang diduga masih terjebak di dalam kapal. "Saya belum cek ke dalam kapal jadi saya belum bisa memastikan korban ini ada di mana," katanya melalui sambungan telepon. (CECEP HERDI/m)








