BORNEONEWS, Palangka Raya -- Reza Andriyadi, 26, mengaku ikhlas jika laporannya tak ditanggapi pihak Polres Palangka Raya. Namun begitu, pemuda dengan wajah penuh tatto ini menyatakan, memiliki harapan dia diperlakukan sama di hadapan hukum.
Pemuda kelahiran Magelang, 5 April 1991 ini mengatakan, sudah membuat laporan di Polres Palangka Raya dalam kasus dugaan penganiayaan. Sejumlah kawannya dan seorang anggota TNI, dari Danrem 102/ Panjupanjung, bernama Sudiro, juha telah memberikan keterangan kepada penyidik, pada Jumat (17/6/2016) malam.
Bahkan Reza mengungkapkan, ia sudah melakukan visum di RS Bhayangkara beberapa saat setelah kejadian. "Saya sempat coba minta hasil visumnya dan tak diberi. Alasannya cuma polisi yang boleh ambil," paparnya, Selasa (21/6/2016).
Reza yang saat ini dekat dengan agama dan mulai rajin shalat, meskipun tubuhnya penuh tattoo dan tindik, mengaku sudah ikhlas atas kejadian itu. Dia bahkan menyatakan, jika laporannya tak ditindaklanjuti, artinya dia memiliki pengalaman bagaimana praktek hukum di Palangka Raya.
Reza mengaku sebagai korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah orang mengenakan seragam Satpol PP. Bahkan katanya, salah satu terduga pelaku diidentifikasi sebagai Suter, oknum anggota Satpol PP Kota Palangka Raya.
Reza menyatakan, akibat pukulan ke arah wajah dan kepala yang dia alami, bibir bagian atas mengalami luka, serta matanya merah. Selain itu, hidungnya sempat mengeluarkan darah dan beberapa bagian tubuhnya terasa sakit.
Kasat Reskrim Polrea Palangka Raya, AKP Erwin T Situmorang coba dikonfirmasi terkait kasus tersebut, sampai berita ini ditulis belum memberikan jawaban.(RONI SAHALA/m)








