BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Penularan lyssavirus atau virus rabies kepada hewan lain atau manusia menggunakan perantara air liur, sehingga adanya luka dibagian tubuh hewan lain atau manusia bisa menjadi sarana masuknya virus tersebut ke dalam tubuh.
Walau demikian bagi sebagian orang yang mengkonsumsi daging anjing, agar bisa mewaspadai cairan liur ini saat mengolah daging anjing tersebut.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman Distanak Kobar Haryo Prabowo Selasa (21/6/2016) saat liur ini mengenai bagian tubuh yang luka, maka kemungkinan penularan rabies bisa terjadi.
"Karena tidak ada yang tahu, apakah di tubuh anjing tersebut telah terdapat virus rabies. Sehingga saat menyiangi anjing sebelum dimasak, ternyata ada bagian tubuh manusia yang luka dan liur anjing mengenai luka tersebut. Bila ini terjadi, kemungkinan penularan rabies bisa terjadi," jelasnya.
Tetapi untuk amannya ia menyarankan agar anjing yang kemungkinan terkena rabies tidak di konsumsi. "Mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya anjing tersebut dikubur dan tidak dikonsumsi," jelasnya
Bila memang si pemilik anjing tetap bersikeras ingin mengkonsumsi daging anjing tersebut, wajib diperhatikan cara memasak daging anjing tersebut.
"Karena bila dimasak dengan benar atau dididihkan dengan air panas di atas 100 derajat celcius dan virus rabies yang berada di daging anjing mati, maka kemungkinan daging tersebut bisa saja dikonsumsi," jelasnya. (WAHYU KRIDA/*)








